BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas gandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat melaksanakan sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak yang dilaksanakan di Sekolah Rakyat, Rabu, 4 November 2026.
"Kegiatan ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gunung Mas melalui program DWP Mengajar," ujar Kepala DP2KBP3A Rina Sari melalui sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris DP2KBP3A Rusni D Mahar, Kamis, 5 November 2026.
Dijelaskan, perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan tanggung jawab bersama, baik keluarga, sekolah, masyarakat, maupun seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, dia berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, faktor risiko yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Kekerasan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik kekerasan fisik, psikis, perundungan atau bullying, kekerasan seksual, maupun kekerasan melalui media digital.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh anak secara fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental, rasa percaya diri, prestasi belajar, dan perkembangan sosial anak.
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak untuk belajar, bermain, mengembangkan potensi, membangun karakter, serta meraih cita-cita.
Namun, kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius.
"Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dilindungi, dan termotivasi untuk belajar. Jangan sampai anak merasa takut datang ke sekolah karena mengalami perundungan atau kekerasan," ucapnya.
Dirinya juga mengajak pelajar untuk menjadi pelopor dan pelapor dalam upaya pencegahan kekerasan.
"Jadilah teman yang baik, jangan ikut melakukan perundungan, jangan menyebarkan penghinaan melalui media sosial, dan beranilah meminta bantuan kepada orang dewasa yang dapat dipercaya apabila melihat atau mengalami tindakan kekerasan," tukasnya. (RISKA/R)









