BORNEONEWS, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah kabar yang menyebut dirinya akan menjadi calon wakil presiden (cawapres). Dia memastikan informasi tersebut merupakan kabar bohong atau hoaks.

Klarifikasi tersebut disampaikan Dasco melalui unggahan di akun media sosial X pada Rabu (4/11) malam. Unggahan itu kemudian dibagikan ulang melalui akun Instagram resminya pada Kamis pagi.

"Saya pastikan itu hoaks," ungkap Dasco melalui akun media sosialnya, sebagaimana dipantau di Jakarta, Kamis 5 November 2026.

Menurut Dasco, isu mengenai dirinya yang disebut-sebut akan menjadi cawapres merupakan upaya pengalihan perhatian publik dari kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden, sejumlah pejabat, dan tokoh lainnya yang diduga dilakukan oleh seorang perwira Polri yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Ada upaya pengalihan isu dari hot issue penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai dugaan kasus penyadapan, penghapusan bukti elektronik, dan akses ilegal terhadap Kepala Negara serta sejumlah pejabat negara berpotensi mengarah pada tindakan makar.

"Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori, bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).

Prasetyo menjelaskan, tindakan tersebut juga berpotensi membahayakan kepentingan negara, termasuk keselamatan pimpinan negara.

Dia menegaskan bahwa dugaan penyadapan, penghilangan barang bukti elektronik, serta akses ilegal yang menyasar Kepala Negara dan sejumlah pejabat negara merupakan persoalan serius. Terlebih, tindakan-tindakan tersebut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

SUMBER: ANTARA