BORNEONEWS, Tanjung – Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyatakan dukungan terhadap pengembangan Bandara Warukin di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi udara antardaerah sekaligus membuka akses mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat di kawasan perbatasan tiga provinsi.

Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri pertemuan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tabalong di kediaman Bupati Tabalong, Jumat, 6 November 2026. Pertemuan itu membahas pola kerja sama, komitmen dan dukungan operasional untuk rencana pembukaan rute penerbangan dari dan menuju Bandara Warukin.

Adi mengatakan, pengembangan Bandara Warukin berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat Barito Timur dan daerah sekitarnya. Selain memperluas pilihan transportasi, keberadaan layanan penerbangan juga dapat memangkas waktu perjalanan yang selama ini harus ditempuh melalui jalur darat.

“Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyambut baik dan sangat antusias dengan kehadiran bandara di Kabupaten Tabalong, khususnya di Warukin. Kami berharap keberadaan bandara ini nantinya dapat mempermudah akses masyarakat untuk bepergian ke luar kota maupun ke luar pulau,” ujarnya saat diwawancarai seusai pertemuan.

Menurut Adi, konektivitas udara melalui Bandara Warukin juga dapat mendukung efisiensi waktu dan anggaran perjalanan. Selama ini, masyarakat yang bepergian dari Barito Timur menuju Banjarmasin membutuhkan waktu perjalanan darat sekitar lima hingga enam jam.

Dengan tersedianya alternatif penerbangan, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan secara lebih praktis. Pemerintah daerah juga berpeluang meningkatkan efisiensi mobilitas aparatur, terutama dalam menunjang pelaksanaan tugas dan perjalanan dinas.

“Kalau selama ini perjalanan darat menuju Banjarmasin membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam jam, dengan adanya akses penerbangan ini diharapkan waktu perjalanan bisa lebih singkat. Selain menghemat waktu, tentu juga dapat mendukung efisiensi anggaran perjalanan pemerintah daerah,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Barito Timur M Yamin telah mengajukan permintaan resmi agar daerahnya memperoleh alokasi minimal enam kursi penerbangan. Wakil Bupati menyampaikan usulan tersebut dalam pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten Tabalong.

“Bupati Barito Timur meminta alokasi minimal enam kursi penerbangan. Untuk sementara, kami mengusulkan enam kursi. Namun, apabila kabupaten lain juga berminat mendapatkan alokasi, tentu jumlahnya akan disesuaikan agar pembagiannya bisa merata dan mengakomodasi kepentingan bersama,” ungkap Adi.

Pertemuan koordinasi tersebut melibatkan enam kepala daerah dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Berdasarkan lampiran undangan Bupati Tabalong tertanggal 5 November 2026, enam kepala daerah yang diundang terdiri atas Bupati Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Barito Timur dan Paser.

Selain para kepala daerah, forum tersebut juga melibatkan Wakil Bupati Tabalong, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah serta Kepala UPT Bandara Warukin. Pertemuan ini membahas kesepahaman dan komitmen bersama untuk mendukung rencana pembukaan kembali layanan penerbangan di bandara tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong telah melakukan pembahasan dengan maskapai Fly Jaya terkait penjajakan kerja sama pembukaan rute penerbangan dari dan menuju Bandara Warukin. Pertemuan dengan pihak maskapai itu berlangsung secara terpisah dan tidak melibatkan Fly Jaya dalam koordinasi antardaerah pada 6 November 2026.

Dari sisi kapasitas angkut, rencana pengembangan layanan penerbangan akan menggunakan pesawat yang lebih besar dibandingkan pesawat yang pernah melayani bandara tersebut sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan pesawat jenis Cassa 212, rencana berikutnya mengarah pada penggunaan ATR 72-600 dengan kapasitas sekitar 68 hingga 78 penumpang.

Berdasarkan data teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Bandara Warukin memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter dengan lebar 30 meter. Dalam spesifikasi bandar udara, ATR 72-600 juga tercatat sebagai pesawat acuan kritis atau critical aircraft.

Bandara Warukin dikelola Pemerintah Kabupaten Tabalong dengan status sebagai bandara khusus yang melayani kepentingan umum untuk penerbangan domestik. Pengembangan fasilitas dan kesiapan operasional menjadi bagian penting dalam rencana menghidupkan kembali konektivitas udara di kawasan tersebut.

Sementara itu, rencana pembukaan rute penerbangan Tanjung–Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, masih dalam tahap persiapan. Salah satu skema yang dibahas adalah block seat atau pengalokasian sejumlah kursi penerbangan bagi pemerintah daerah yang terlibat dalam kerja sama.

Skema tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan penumpang dari kabupaten sekitar sekaligus mendukung keberlangsungan operasional penerbangan. Meski demikian, hingga pertemuan berlangsung, para pihak belum menetapkan jadwal maupun frekuensi penerbangan.

Adi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barito Timur akan terus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam mengembangkan Bandara Warukin. Menurutnya, kerja sama antardaerah menjadi bagian penting untuk memperkuat konektivitas regional dan memperluas manfaat transportasi udara bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya, kami akan selalu mendukung Kabupaten Tabalong sebagai daerah tetangga demi keberhasilan dan keberlangsungan operasional bandara ini. Kami berharap kerja sama antardaerah dapat terjalin dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)