BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Jumat bukan hanya menjadi waktu berkumpulnya umat Muslim untuk menunaikan salat berjemaah. Di Kuala Kapuas, ada pemandangan lain yang turut mewarnai suasana selepas salat Jumat, yakni tradisi berbagi makanan dan minuman gratis kepada jemaah.
Tradisi ini tidak hanya berlangsung di sudut-sudut masjid. Di sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur kepulangan jemaah, seperti Jalan Barito, warga juga kerap membagikan makanan dan minuman secara cuma-cuma.
Ada yang menyediakan kue dan minuman, ada pula yang membagikan makanan siap santap. Kehadiran para donatur di masjid maupun di sepanjang jalan tersebut menjadi pemandangan yang cukup akrab setiap Jumat.
Antusiasme jemaah pun terlihat setiap kali pembagian berlangsung. Makanan yang disediakan sering kali habis dalam waktu singkat. Bahkan, tidak sedikit jemaah yang datang belakangan harus pulang tanpa kebagian.
Salah satu lokasi yang rutin menghadirkan suasana tersebut adalah Masjid Agung Al Mukarram Kuala Kapuas. Seusai salat Jumat, sejumlah jemaah biasanya langsung mendatangi sudut masjid yang menyediakan makanan atau minuman gratis.
"Kalau sudah selesai salam, itu sudah langsung diserbu," ungkap Yani, salah seorang jemaah, Jumat, 6 November 2026.
Menurut Yani, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Para donatur berbagi bukan untuk mencari pujian, melainkan mengharapkan keberkahan dan rida Allah SWT. "Mereka cuma mencari rida. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, para donatur dimudahkan hajatnya," tuturnya.
Meski demikian, ia menyampaikan satu masukan. Pembagian makanan di lingkungan masjid diharapkan dilakukan setelah rangkaian doa selesai, bukan sesaat setelah salam. Sebab, antusiasme jemaah terkadang membuat sebagian orang terburu-buru meninggalkan tempat salat sebelum sempat berzikir dan berdoa. "Kalau bisa pembagiannya setelah selesai doa, jangan setelah salam. Yang ada malah buru-buru tidak berdoa dan berzikir," tambahnya sambil tertawa.
Terlepas dari hal tersebut, tradisi berbagi setiap Jumat ini diharapkan terus berlangsung. Apalagi, anak-anak dan remaja juga terlihat antusias menyambutnya. Lebih dari sekadar makanan gratis, kebiasaan ini menjadi wujud kepedulian sosial yang menghidupkan suasana kebersamaan di Kuala Kapuas sekaligus diharapkan dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk datang ke masjid. (SABRIANOOR/j)









