BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Taman Adipura di pusat Kota Kuala Kapuas menjadi sorotan setelah muncul laporan warga mengenai dugaan aktivitas asusila di ruang publik tersebut.

Aktivitas yang dilaporkan itu disebut terjadi pada dini hari, Rabu, 3 November 2026.

Informasi pertama diterima dari seorang warga yang melintas di kawasan taman sekitar pukul 01.00 WIB. Warga tersebut melaporkan melihat sejumlah perempuan dan laki-laki yang diduga melakukan tindakan tidak pantas di lokasi.

"Laporan masuk itu dari warga yang melintas, sekitar pukul 1 dini hari. Ada dua perempuan dan laki-lakinya jauh lebih banyak. Mereka saling berhadapan," demikian informasi yang diterima Borneonews.

Laporan lain dari warga juga menyebutkan adanya dugaan aktivitas serupa di kawasan yang sama. Dalam laporan tersebut, terlihat dua laki-laki dan satu perempuan yang diduga bersikap tidak pantas.

Namun, kedua laporan tersebut belum disertai dokumentasi visual yang dapat memperlihatkan kejadian secara langsung. Kebenaran informasi itu masih memerlukan penelusuran lebih lanjut sehingga belum dapat dipastikan sebagai kejadian asusila.

Terlepas dari benar atau tidaknya laporan tersebut, keberadaan Taman Adipura sebagai ruang publik di tengah kota membuat aspek keamanan dan ketertiban kawasan perlu mendapat perhatian.

Taman yang baru dibangun itu semestinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai dan beraktivitas dengan nyaman. Penggunaan fasilitas publik juga perlu berlangsung dengan tetap menghormati ketertiban dan kepentingan masyarakat lainnya.

Munculnya laporan warga ini perlu menjadi perhatian instansi terkait. Pemeriksaan langsung serta pengawasan berkala, khususnya pada malam hingga dini hari, diperlukan untuk memastikan kondisi kawasan tersebut.

Jika ditemukan pelanggaran, penanganan sesuai ketentuan perlu dilakukan. Dengan demikian, Taman Adipura tidak hanya menjadi fasilitas penunjang wajah kota, tetapi juga ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (SABRIANOOR/R)