BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako kepada warga Kecamatan Cempaga.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat kurang mampu, terutama warga yang belum terdata dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Kami juga memberikan bantuan sembako. Jadi beras dengan minyak goreng dan gula pasir. Maksud kita untuk membantu terutama warga kita yang memang kategori tidak mampu," kata Halikinnor, Selasa, 3 November 2026.

Paket sembako yang disalurkan terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir. Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Kotim terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 40 warga menerima bansos dari Pemkab Kotim dalam penyaluran tersebut. Mereka merupakan masyarakat yang belum terakomodasi dalam DTSEN sehingga belum tercakup dalam pendataan bantuan sosial melalui basis data tersebut.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan pokok penerima.

Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah berupaya memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang belum masuk dalam data penerima bantuan sosial. Dengan demikian, masyarakat yang belum terjangkau pendataan tetap dapat memperoleh bantuan sesuai kebijakan pemerintah daerah.

Selain menyerahkan bantuan, Halikinnor juga menyoroti kondisi kabut asap di wilayah Cempaga dan Sampit. Ia menyebut kondisi udara mulai terlihat lebih terang setelah hujan turun dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, hujan turut membantu mengurangi kabut asap yang sebelumnya mengganggu aktivitas masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut diharapkan terus membaik sehingga kegiatan warga dapat kembali berjalan normal.

"Alhamdulillah masih cukup terang. Karena setelah hujan sepertinya kabut asap sudah mulai berkurang dan mudah-mudahan kita pun berdoa tetap hujan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)