BORNEONEWS, Sampit - Posyandu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) didorong menjadi pusat pelayanan dasar bagi seluruh kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lanjut usia. Masyarakat pun diminta rutin memanfaatkan layanan tersebut untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, bukan hanya datang ketika sakit.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan membiasakan diri datang ke Posyandu sesuai jadwal pelayanan. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan," kata Ketua Tim Pembina Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor, Selasa, 3 November 2026.

Hal itu disampaikan Khairiah saat kegiatan Penggerakan Masyarakat Gerakan Posyandu Aktif Tahap II Tingkat Kabupaten Kotim 2026 di Kelurahan Baamang Barat.

Khairiah menjelaskan, Posyandu memiliki peran strategis dalam mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat. Layanan ini tidak lagi hanya berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup kebutuhan kesehatan masyarakat sepanjang siklus kehidupan.

Melalui Posyandu, masyarakat dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, memeriksa kondisi kesehatan, memperoleh edukasi, serta mendeteksi lebih awal faktor risiko penyakit yang dapat dicegah.

Penguatan fungsi tersebut sejalan dengan integrasi enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Mengusung tema Posyandu Aktif, GERMAS Membudaya, Keluarga Sehat, Sehat untuk Semua, gerakan ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar yang mudah dijangkau.

Khairiah menegaskan, keberhasilan Posyandu tidak cukup diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana. Hal terpenting adalah manfaat layanan bagi masyarakat dan kemampuannya menjangkau kebutuhan setiap kelompok usia.

Karena itu, ia mengapresiasi peran kader Posyandu yang selama ini menjadi penggerak pelayanan hingga tingkat keluarga. Dukungan pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah desa, TP PKK, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak juga diperlukan agar layanan berjalan berkelanjutan.

"Peran kader sangat luar biasa dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga ke tingkat keluarga," ujarnya.

Selain mendorong kunjungan rutin ke Posyandu, Khairiah mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat melalui aktivitas fisik, seperti berjalan kaki dan senam sesuai kemampuan.

Masyarakat juga diminta mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, serta membatasi gula, garam, dan lemak. Pemeriksaan kesehatan berkala juga perlu dilakukan dengan memanfaatkan Posyandu, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Kebersihan diri dan lingkungan harus dijaga, termasuk membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok demi melindungi kesehatan keluarga.

Selain itu, masyarakat diharapkan aktif mengikuti edukasi kesehatan, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, dan skrining kesehatan sesuai kebutuhan.

Gerakan Posyandu Aktif tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 tahun 2026 dengan tema Sehat untuk Semua. Tema ini menekankan bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan hidup sehat dan mengakses pelayanan kesehatan.

Khairiah berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut di seluruh wilayah Kotim. Posyandu yang aktif, kader yang kuat, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan dasar.

"Mari kita hidupkan Posyandu, kuatkan peran kader, gerakkan partisipasi masyarakat, dan bangun kerja sama lintas sektor demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin dekat dan berkualitas," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)