BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Seruyan. Salah satunya melalui pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) di tingkat desa.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Seruyan melaksanakan kegiatan pembentukan sekaligus sosialisasi REDKAR di Desa Pembuang Hulu II, Senin, 2 November 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah desa, para Ketua RT, serta masyarakat setempat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Seruyan, Nomo Koeswoyo, melalui Kepala Bidang Pencegahan, Susiheldawati, mengatakan pembentukan REDKAR merupakan langkah untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mencegah dan mengantisipasi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
Menurutnya, penanggulangan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan kepedulian, partisipasi, dan kesiapan masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran, kesiapan menghadapi kondisi darurat, pentingnya komunikasi dan koordinasi, hingga tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menghadapi potensi kebakaran.
“Keberadaan REDKAR diharapkan mampu memperkuat sistem perlindungan masyarakat dari tingkat desa. Para relawan nantinya diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi, mengedukasi warga, serta mendukung koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Melalui pembentukan relawan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima layanan pemadaman, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya perlindungan lingkungan dari risiko kebakaran.
Keberadaan REDKAR juga diharapkan menjadi mitra petugas Damkarmat dalam menyebarluaskan edukasi keselamatan, meningkatkan kewaspadaan warga, serta mempercepat penyampaian informasi apabila terjadi kebakaran.
Dengan terbentuknya Relawan Pemadam Kebakaran di Desa Pembuang Hulu II, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap budaya sadar kebakaran semakin tumbuh di tengah masyarakat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan risiko kerugian maupun korban jiwa dapat diminimalkan. (FAHRUL/R)









