BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kualitas udara di Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan perbaikan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Meski demikian, kondisi udara belum sepenuhnya masuk kategori aman untuk kesehatan.

Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPU Net pada Jumat, 6 November 2026 pukul 14.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di stasiun pemantauan Kuala Kapuas tercatat sebesar 139 dengan parameter kritis PM2.5.

Angka tersebut masih masuk kategori tidak sehat. Dalam rincian pemantauan, konsentrasi PM2.5 berada pada indeks 139, sedangkan PM10 tercatat 90 atau kategori sedang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, mengatakan kualitas udara di Kuala Kapuas kini semakin membaik setelah hujan turun.

"Semakin baik, Pak. Mudah-mudahan besok bisa biru," ungkap Tonun saat dikonfirmasi pada Jumat siang.

Tonun juga memastikan perkembangan tersebut merujuk pada kondisi kualitas udara di wilayah Kuala Kapuas, bukan gambaran seluruh wilayah Kabupaten Kapuas.

Perbaikan ini menjadi perkembangan positif setelah Kuala Kapuas sebelumnya sempat mengalami pencemaran udara cukup parah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Pada periode terburuk, angka pencemaran udara di wilayah tersebut sempat berkisar 2.000 hingga menembus 3.000 lebih. Kondisi itu berkaitan dengan pekatnya asap karhutla yang menyelimuti kawasan perkotaan.

Turunnya angka ISPU hingga 139 menunjukkan adanya perubahan signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara karena parameter PM2.5 masih berada dalam kategori tidak sehat. Perkembangan dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah hujan, akan menjadi penentu apakah kualitas udara dapat kembali ke kategori sedang hingga baik. (SABRIANOOR/j)