BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga menggelar pelatihan pembuatan video untuk konten media sosial guna membekali warga belajar dengan keterampilan digital sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat, 6 November 2026, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi media, perfilman, dan digital marketing.

Kepala PKBM Bina Warga, Oktrika Nugraheni, mengatakan pelatihan ini bertujuan mendorong warga belajar agar tidak hanya menjadi pengguna atau penonton di media sosial, tetapi mampu menghasilkan konten kreatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

"Pelatihan ini kami selenggarakan agar warga belajar bisa berkarya dan berdaya. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi kreator yang menghasilkan karya. Bahkan, ke depan mereka diharapkan dapat mandiri secara finansial melalui karya-karya yang dipublikasikan di media sosial," ujarnya.

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Kasi Kesetaraan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kezia Abdi, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi warga belajar dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan materi, yakni Ahmad Syarif dari Borneonews, Yuristy Dewangga dari Tuah Film, serta Ade Fajar selaku praktisi digital marketing.

Dalam pemaparannya, Ahmad Syarif menekankan pentingnya memahami etika dan aturan hukum dalam menggunakan media sosial, khususnya saat membuat maupun menyebarluaskan konten digital.

"Media sosial memiliki aturan dan etika yang harus kita patuhi. Ada undang-undang yang mengatur aktivitas kita di dunia digital. Karena itu, penting bagi kita untuk bijak dan bertanggung jawab dalam membuat maupun menyebarkan konten," jelasnya.

Sementara itu, Yuristy Dewangga memberikan pemahaman mengenai teknik pembuatan video sekaligus memotivasi peserta agar berani memulai berkarya meskipun hanya menggunakan peralatan sederhana.

"Kamera terbagus di dunia adalah kamera yang bisa digunakan. Jadi, apa yang ada dalam genggaman adik-adik saat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mulai berkarya," pesannya.

Dari sisi peluang ekonomi, Ade Fajar menjelaskan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran digital dan sumber penghasilan apabila dikelola dengan strategi yang tepat.

"Media sosial tidak hanya bisa menghibur, tetapi juga bisa menghasilkan uang. Dari hal-hal sederhana, kalau kita tahu caranya, pasti ada manfaat yang bisa diperoleh. Saatnya kita berkarya, bukan hanya menjadi penonton," ungkapnya.

Selain pelatihan konten digital, peserta juga mendapatkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang disampaikan Ketua Tim Pencegahan BNNK Kotawaringin Barat, Nevi Susanti.

Oktrika menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada warga belajar.

Melalui kegiatan ini, PKBM Bina Warga berharap peserta semakin percaya diri mengembangkan kreativitas, mampu menghasilkan konten yang positif dan bertanggung jawab, serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.(TIM)