BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery mendorong Pemerintah Kota melakukan berbagai inovasi baru untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan dan lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, pekerja informal, dan sektor perdagangan.
Khemal menilai, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengembalikan produktivitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan.
"Inovasi program ekonomi daerah menjadi salah satu langkah penting untuk membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," katanya, Jumat, 6 November 2026.
Selain itu, Pemko Palangka Raya perlu memperkuat program pemberdayaan UMKM serta mendorong sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Menurutnya, penanganan pengangguran harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama bagi masyarakat yang kehilangan pendapatan atau mengalami penurunan aktivitas usaha akibat karhutla.
"Saya berharap berbagai program pemulihan ekonomi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, dengan melibatkan pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan," tambahnya.
Ia menegaskan pemulihan pascakarhutla tidak cukup hanya berfokus pada penanganan bencana, tetapi juga harus disertai langkah konkret untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan menekan angka pengangguran di Kota Palangka Raya. (MARINI/R)









