BORNEONEWS, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H Al Hadi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Coaching Clinic Peningkatan Kapasitas Pelaku Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara di Aula Hayak Tamara Hotel, Jumat 6 November 2026.

Menurut politisi PKB DPRD Barito Utara ini, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kompetensi dan pemahaman aparatur, khususnya para pelaku pengadaan barang dan jasa pemerintah, agar mampu menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia menilai, pemahaman terhadap regulasi menjadi hal penting dalam setiap tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP), penginputan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), hingga proses pelaksanaan dan pertanggungjawaban kegiatan.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat diperlukan agar para pelaku pengadaan memahami aturan, bekerja secara profesional, serta mampu menghindari kesalahan dalam proses administrasi maupun pelaksanaan pengadaan," ujarnya, Jumat 6 November 2026.

Ia mengatakan, sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman aparatur terhadap ketentuan terbaru mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menurutnya, setiap perubahan regulasi harus diikuti dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan para pelaksana di lapangan sehingga tidak terjadi perbedaan penafsiran dalam menjalankan tugas.

H Al Hadi juga menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran pemerintah. Ia berharap seluruh proses pengadaan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Pengadaan barang dan jasa harus benar-benar berorientasi pada kebutuhan organisasi dan kepentingan masyarakat. Jangan sampai terjadi penyimpangan karena kurangnya pemahaman terhadap aturan. Integritas dan kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi prinsip utama," tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan oleh seluruh peserta, termasuk petugas pengadaan di puskesmas.

Dirinya juga mendorong agar kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga kualitas tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara semakin baik.

Menurutnya, pengadaan yang tertib, transparan, dan akuntabel akan mendukung kelancaran program pemerintah, khususnya dalam meningkatkan sarana, prasarana, serta kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Barito Utara.

"Harapan kita, melalui kegiatan ini para pelaku pengadaan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (RAMADHANI/y)