BORNEONEWS, Nanga Bulik – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) menjadi salah satu wadah untuk membentuk generasi muda yang cinta Alquran, berakhlak mulia, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lamandau, Dr. Rizky Aditya Putra, saat menutup Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-X tingkat Kabupaten Lamandau tahun 2026 di Gedung LPTQ Nanga Bulik, belum lama ini.

Bupati Rizky mengatakan, FASI bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.

Menurutnya, pelaksanaan FASI memiliki arti penting dalam melihat semangat dan potensi anak-anak dalam mempelajari sekaligus mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

"Festival Anak Sholeh Indonesia ini kita harapkan bisa menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kepercayaan diri, sekaligus sarana mencetak generasi penerus daerah yang berakhlak mulia," ujarnya.

Ia juga berpesan kepada peserta yang berhasil meraih juara agar tidak cepat berpuas diri dan menjadikan prestasi tersebut sebagai motivasi untuk terus belajar serta meningkatkan kemampuan.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Bupati meminta agar tetap semangat dan tidak berkecil hati. Sebab, keberhasilan tidak hanya ditentukan dari hasil perlombaan, tetapi juga dari proses belajar dan usaha yang telah dilakukan.

"Begitu juga bagi yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Teruslah berlatih, belajar dan berusaha. Karena setiap proses yang kalian jalani merupakan bagian dari perjalanan menuju keberhasilan," katanya.

Lebih lanjut, Bupati berharap semangat yang tumbuh melalui FASI dapat terus dipertahankan meskipun kegiatan telah berakhir. Ia mengajak anak-anak untuk membiasakan diri membaca dan mempelajari Alquran, menghormati orang tua serta guru, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Teruslah membaca dan mempelajari Alquran, menghormati orang tua dan guru serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.

(NATALIA/y)