BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meningkatkan kualitas serta daya saing produk lokal. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui inovasi kemasan agar produk UMKM memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi dan Pelatihan Inovasi Kemasan Produk untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kabupaten Lamandau yang berlangsung di Aula Kantor Inspektorat, belum lama ini. Kegiatan dibuka Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan SDA Setda Lamandau, Meigo Basel, yang mewakili Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Lamandau mendorong pelaku UMKM agar terus mengembangkan kreativitas dan melakukan inovasi terhadap produk yang dihasilkan. Menurutnya, Lamandau memiliki beragam potensi produk lokal dengan kualitas dan keunikan tersendiri yang perlu dikembangkan agar mampu bersaing di tengah persaingan pasar.
"Lamandau memiliki banyak potensi produk lokal yang berkualitas dan memiliki keunikan masing-masing. Potensi ini harus terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain," ujarnya Meigo
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik produk adalah kemasan. Selain berfungsi melindungi produk, kemasan juga menjadi identitas usaha yang dapat memengaruhi minat konsumen dalam menentukan pilihan.
"Kemasan yang menarik, berkualitas, dan informatif tidak hanya melindungi produk, tetapi juga menambah nilai jual dan menarik minat konsumen," katanya.
Selain inovasi kemasan, Bupati juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pemasaran. Penggunaan media sosial serta platform perdagangan elektronik atau e-commerce dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran dan membuka peluang pasar baru.
"Pelaku UMKM juga harus mulai memanfaatkan teknologi digital, media sosial, dan e-commerce untuk memasarkan produknya. Dengan begitu, produk lokal Lamandau bisa dikenal lebih luas dan memiliki peluang meningkatkan penjualan," pesannya.
Melalui sosialisasi dan pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam merancang kemasan yang kreatif dan sesuai kebutuhan pasar. Hasil pelatihan juga diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Sementara itu, Kepala DKUKMPP Kabupaten Lamandau, Hendroplin Minsen Djaliwan, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 40 pelaku UMKM. Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Klinik Kemasan, BPJS Ketenagakerjaan Lamandau, serta Tim UKPBJ.
Ia berharap, pelatihan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan kualitas kemasan dan mengembangkan produk lokal agar semakin kompetitif di pasaran.
(NATALIA/y)









