BORNEONEWS, Nanga Bulik – Setelah lebih dari satu bulan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap karhutla, para pelajar di Kabupaten Lamandau akhirnya kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Kembalinya aktivitas sekolah tersebut disambut antusias oleh para siswa yang sudah merindukan suasana belajar bersama guru dan teman-temannya.

Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Loren Octoberi Tahan, turun langsung mengunjungi sejumlah sekolah, Kamis, 5 November 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan ke sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Selain melihat kondisi lingkungan sekolah, Bupati juga memantau secara langsung pelaksanaan pembelajaran tatap muka setelah para siswa cukup lama belajar dari rumah.

Sebelumnya, sejumlah sekolah di Kabupaten Lamandau harus menerapkan PJJ akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pendidikan di sekolah terganggu selama lebih dari satu bulan.

Bupati Rizky mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sudah kembali berjalan normal. Ia berharap kondisi udara terus membaik sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa terganggu kabut asap.

"Hari ini kita memantau pembelajaran tatap muka di sekolah. Alhamdulillah, semuanya sudah berjalan normal dan para siswa bisa bergembira lagi. Kita tentu berharap kondisi ini terus terjaga sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tidak lagi terganggu kabut asap," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat menghambat aktivitas pendidikan dan kegiatan masyarakat lainnya.

"Anak-anak sudah cukup lama belajar dari rumah. Karena itu, kita ingin mereka bisa kembali menikmati suasana sekolah, berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, serta mengikuti pelajaran dengan baik. Pusing juga saya di-WA para orang tua yang sudah mulai pusing mengajari anaknya di rumah. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar kabut asap tidak kembali mengganggu aktivitas pendidikan," tambahnya.

Suasana kunjungan semakin meriah ketika Bupati berinteraksi langsung dengan para siswa. Di sela-sela pemantauan, Rizky memberikan sejumlah kuis sederhana kepada anak-anak. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah berupa uang saku.

Kesempatan tersebut disambut riuh oleh para siswa. Mereka tampak bersemangat mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Beberapa siswa juga mengaku senang bisa kembali ke sekolah karena dapat bertemu teman-teman, bermain saat jam istirahat, serta belajar langsung bersama guru.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau, Loren Octoberi Tahan, menjelaskan bahwa pembelajaran tatap muka telah kembali efektif dilaksanakan sejak Senin, 2 November 2026. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan agar aktivitas pendidikan di seluruh jenjang sekolah dapat berjalan sebagaimana mestinya.

"Sejak Senin kemarin pembelajaran tatap muka sudah kembali efektif dilaksanakan. Kami berharap kondisi ini terus berlangsung sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal dan optimal," jelas Loren.

(NATALIA/y)