BORNEONEWS, Doha – Gerakan Houthi mengumumkan telah melancarkan enam operasi militer terhadap sejumlah sasaran militer Arab Saudi, baik di wilayah Arab Saudi maupun Yaman.

Salah satu sasaran yang diklaim menjadi target serangan adalah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Juru bicara angkatan bersenjata Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa enam operasi tersebut dilakukan pada Sabtu dengan menggunakan sejumlah rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone).

"Angkatan bersenjata Yaman melaksanakan enam operasi militer khusus dengan menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone)," kata Saree melalui Telegram, Minggu 8 November 2026.

Ia menjelaskan, operasi pertama menargetkan Bandara Internasional King Khalid, tangki penyimpanan minyak, serta menara distilasi milik perusahaan minyak Saudi Aramco di Riyadh.

Operasi kedua, menurut Saree, menyasar fasilitas Saudi Aramco di Khurais, wilayah timur Arab Saudi. Sementara itu, operasi ketiga menargetkan stasiun pompa di kawasan Dawadmi.

Selain itu, Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap pasukan Arab Saudi yang berada di sebuah kamp Garda Nasional di Najran.

Saree juga menyebutkan bahwa dua operasi militer lainnya dilakukan di wilayah Yaman utara dengan menyasar pasukan yang bersekutu dengan Arab Saudi dan dipimpin oleh sejumlah perwira militer Saudi.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi terkait klaim serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid maupun fasilitas Saudi Aramco tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA