BORNEONEWS, ANKARA – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar konflik antara AS dan Iran diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Hal tersebut disampaikan Erdogan dalam percakapan telepon dengan Trump pada Sabtu (7/11/2026) menurut keterangan Kantor Kepresidenan Turkiye.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral Turkiye-AS serta perkembangan situasi regional dan global.

Kantor Kepresidenan Turkiye menyatakan bahwa Erdogan menyampaikan keyakinannya terhadap penguatan kerja sama antara kedua negara. Ia juga mengatakan bahwa Turkiye dan AS akan berupaya memberikan momentum baru bagi hubungan bilateral dalam waktu dekat.

Selain itu, Erdogan menegaskan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat harus segera diakhiri. Menurutnya, berbagai persoalan yang melibatkan kedua negara perlu diselesaikan melalui jalur diplomasi.

"Presiden kami mengatakan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat harus diakhiri dan berbagai persoalan perlu diselesaikan melalui diplomasi. Ia juga menegaskan bahwa Turkiye akan terus berupaya mendorong perdamaian," demikian pernyataan Kantor Kepresidenan Turkiye.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran.

Meski situasi konflik kini mulai mereda, hingga saat ini belum tercapai penyelesaian menyeluruh. Risiko kembali pecahnya permusuhan antara pihak-pihak yang terlibat juga masih tetap ada.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA