BORNEONEWS, Bogor – Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah Al-Sattari, menilai dukungan pemerintah dan masyarakat Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan.

Menurutnya, solidaritas Indonesia menjadi salah satu sumber kekuatan bagi masyarakat Palestina dalam menghadapi konflik berkepanjangan dengan Israel, baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat.

"Tanpa dukungan bangsa dan Pemerintah Indonesia, Palestina tidak mungkin berdiri kokoh memperjuangkan kemerdekaan mereka," kata Al-Sattari seusai mengikuti kegiatan Solidarity Run for Palestine di Bogor, Jawa Barat, Minggu, 8 November 2026.

Al-Sattari menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi dukungan Indonesia yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, tokoh politik, organisasi masyarakat hingga masyarakat umum.

Ia mengatakan dukungan internasional semakin dibutuhkan seiring berlanjutnya konflik dan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi warga Palestina.

Menurut Al-Sattari, setelah operasi militer Israel yang menyebabkan kerusakan luas di Jalur Gaza, situasi keamanan di Tepi Barat juga semakin mengkhawatirkan.

Ia menyebut serangan militer Israel dan tindakan pemukim Israel di wilayah tersebut telah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan permukiman warga.

Berdasarkan pernyataan Al-Sattari, lebih dari 10 ribu rumah di Tepi Barat telah mengalami kerusakan akibat rangkaian serangan.

Dalam kondisi tersebut, ia menilai solidaritas masyarakat internasional terhadap Palestina semakin menguat.

Al-Sattari juga menyampaikan keyakinannya bahwa dukungan berkelanjutan dari Indonesia dan negara-negara lain dapat membantu mendorong terwujudnya kemerdekaan Palestina.

Ia berharap masyarakat Palestina dapat memperoleh hak menentukan nasib sendiri serta hidup dalam kondisi yang aman dan damai.

"Dari mata anak-anak Palestina terpancar optimisme kemerdekaan dan pembebasan Masjid Al Aqsa," ujarnya.

Selain memperjuangkan kemerdekaan, Al-Sattari berharap masyarakat Indonesia suatu saat dapat mengunjungi Palestina dan beribadah di Masjid Al-Aqsa tanpa menghadapi pembatasan akibat konflik.

Sementara itu, kegiatan Solidarity Run for Palestine yang diselenggarakan Aqsa Working Group (AWG) di Bogor diikuti sekitar 1.500 peserta.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 yang bertujuan meningkatkan perhatian masyarakat terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sejumlah agenda lainnya juga telah disiapkan sepanjang November 2026, termasuk Summit for Palestine pada 14–15 November serta diskusi jurnalisme pada 19 November.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Festival Baitul Maqdis, Simposium Anti-Zionis, serta Long March Cinta Al-Aqsa pada 28–29 November 2026.

Kegiatan penutup dijadwalkan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, penyelenggara berharap dukungan masyarakat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina terus terjaga.

Al-Sattari menegaskan bahwa solidaritas Indonesia memiliki arti penting bagi masyarakat Palestina dalam mempertahankan harapan untuk memperoleh kemerdekaan dan masa depan yang lebih baik.

Sumber: ANTARA