BORNEONEWS, Freetown - Pemerintah Sierra Leone pada Minggu (14/2) mengaktifkan Sistem Tanggap Darurat Kesehatan ke level dua menyusul adanya tujuh kasus Ebola terkonfirmasi di negara tetangga Guinea.
Kementerian Kesehatan Sierra Leone melalui pernyataan menyebutkan bahwa mereka memiliki semua struktur, yang dibentuk selama penanggulangan Ebola pada 2014-2015.
"Kami akan mengembangkan keahlian dan pengalaman kami untuk menyusun respons yang kuat, yang tidak hanya mencegah masuk Ebola ke negara itu, tetapi jika virus masuk memiliki sistem kuat yang melindungi nyawa seluruh warga Sierra Leone dan juga memutus penularan virus," bunyi pernyataan tersebut.
Dengan ditutupnya perbatasan dengan Guinea saat ini, otoritas kesehatan dan pemangku kepentingan setempat, yang berada di distrik yang berbatasan dengan Guinea mendukung untuk memperkuat pengawasan Ebola. Otoritas juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Ebola, termasuk langkah antisipasi yang tepat, lanjutnya.
Sierra Leone pertama kali dilanda wabah Ebola pada 2014, yang menelan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Sumber: Xinhua/ANTARA
Sierra Leone Tanggap Darurat Kasus Ebola
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa
Cepat Tanggap, Tim PSC 119 Pemkab Lamandau Jemput Pasien Stroke Warga Tangga Batu
Damkar Palangka Raya Siapkan Layanan Panggilan Darurat di Nomor ini
BPOM Resmi Terbitkan Persetujuan Izin Penggunaan Darurat Vaksin AstraZeneca
Jepang Cenderung Akhiri Keadaan Darurat Tokyo pada 21 Maret
Mulai 25 April, Jepang Terapkan Keadaan Darurat untuk Tokyo
Komentar (0)
Memuat komentar…







