**Borneonews - Aceh Tenggara**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan satu unit alat berat untuk memperbaiki empat tanggul yang jebol akibat banjir yang melanda Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Kejadian ini diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi yang terjadi sejak malam hari Rabu, 21 Agustus, menyebabkan Sungai Lawe Kisam dan Desa Lawe Hijo tidak mampu menampung volume air yang meningkat.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, tanggul yang mengalami kerusakan terletak di beberapa titik pada aliran sungai. Setelah menerima laporan dari masyarakat setempat, BNPB segera mengirimkan satu alat berat berupa ekskavator untuk menangani situasi tersebut. Bersama dengan petugas reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, mereka berusaha mengatasi dampak banjir secepat mungkin.
Meskipun kondisi banjir telah mulai surut, upaya perbaikan tanggul tetap dilakukan. Petugas BPBD masih aktif menggunakan alat berat untuk menormalisasi aliran sungai dan melakukan penutupan sementara pada tanggul yang jebol. Kerja sama yang erat dengan warga lokal sangat penting dalam mencegah terjadinya banjir susulan yang dapat mengancam keselamatan mereka.
BNPB juga menjalin koordinasi erat dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses perbaikan permanen pada tanggul yang mengalami kerusakan, sehingga ketahanan infrastruktur dapat lebih terjamin untuk masa depan.
Berdasarkan catatan dari tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, sebanyak 1.834 warga terpaksa dievakuasi ke tempat pengungsian. Mereka berasal dari 21 desa yang mengalami genangan air lebih dari 60 centimeter, di antaranya Kecamatan Bambel, Lawe Bulan, Babussalam, Bukit Tusam, Lawe Sumur, dan Badar.
Lebih jauh, banjir juga berdampak pada 468 rumah yang terendam serta menyebabkan kerusakan pada tiga bangunan fasilitas pendidikan, tiga fasilitas ibadah, dan dua fasilitas umum, termasuk gedung kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Aceh Tenggara. Tindakan cepat dan kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam penanganan bencana ini.
ANTARA
BNPB Kerahkan Alat Berat untuk Perbaikan Tanggul Jebol di Aceh
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Banjir Landa Aceh Tenggara, BPBD Kerahkan Ekskavator Atasi Tanggul Jebol
Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Gempa di Garut Menunggu Realisasi BNPB
Polresta Mataram Siapkan Penjemputan Paksa Penyewa Alat Berat
Tambah 4 Unit Baru, UPT Workshop Dinas PUPR Kobar Kini Miliki 28 Unit Alat Berat
Dua Truk Alat Berat Tersangkut di Jembatan Bejarum Kotim Sebabkan Kemacetan
Pemkab Barito Utara Adakan Pelatihan Operator Alat Berat
Komentar (0)
Memuat komentar…







