**Borneonews - Moskow**, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, telah mengeluarkan seruan kepada Israel dan Iran untuk mengendalikan diri. Ia juga mengajak semua pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah untuk mendeklarasikan gencatan senjata demi mengurangi ketegangan.
Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Moskow, Ryabkov mengungkapkan kekhawatirannya akan eskalasi kekerasan yang sedang berlangsung. Ia menekankan perlunya segera menghentikan pertempuran yang mengakar dari konflik Palestina-Israel.
Lebih lanjut, Ryabkov menyampaikan bahwa krisis ini memiliki dampak yang sangat besar, yang dipicu oleh kebijakan yang dianggap destruktif oleh Israel dan Amerika Serikat. Meskipun Rusia tidak berkomunikasi dengan Washington mengenai situasi terkini di Timur Tengah, karena adanya perbedaan pendekatan, ia menegaskan bahwa Rusia dan Iran tetap memiliki "kontak yang sangat dekat".
Ryabkov mengungkapkan, "Kami memiliki pengalaman kerja sama yang sangat baik di beragam bidang. Saya percaya, saat ini merupakan momen krusial di mana hubungan ini sangat penting."
Pada malam 1 Oktober, Korps Garda Revolusi Islam Iran melaksanakan serangan rudal balistik dan hipersonik yang masif sebagai balasan atas pembunuhan seorang pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah. Teheran mengklaim bahwa 90 persen dari target yang disasar oleh rudal mereka berhasil mengenai sasaran. Namun, Israel menyatakan bahwa sebagian besar rudal berhasil dicegat, dan sulit untuk memverifikasi klaim tersebut secara independen akibat situasi konflik yang sedang berlangsung.
Ryabkov juga memberikan tanggapan terhadap keputusan Israel yang menyatakan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sebagai persona non grata. Menurutnya, tindakan ini menunjukkan pengabaian terhadap sistem internasional. Ia menegaskan, "Kita sedang menyaksikan cerminan dari pengabaian yang arogan terhadap pokok-pokok dasar fungsi sistem internasional. Hal ini sangat disayangkan."
Sebagai informasi tambahan, pada 2 Oktober, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, mengambil langkah untuk melarang Guterres memasuki negara tersebut dengan alasan "kurangnya kecaman terhadap serangan Iran terhadap Israel".
ANTARA
Rusia Desak Israel dan Iran Tahan Diri, Hentikan Kekerasan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rusia Kecam Keras Serangan Israel ke Palmyra, Suriah
Rusia Kutuk Pendudukan Wilayah Suriah oleh Israel
RI Desak Israel Patuhi Gencatan Senjata di Gaza, Cabut Larangan UNRWA
Parlemen Arab Desak Internasional Setop Israel Merebut Wilayah Suriah
Trump: Assad Melarikan Diri Karena Rusia Sudah Tak Melindunginya
Korut akan Tambah Pasukan dan Pasok Drone Bunuh Diri ke Rusia
Komentar (0)
Memuat komentar…







