BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Seorang pria berinisial AFP (29) ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri disebuah kandang ayam yang sudah lama tidak digunakan di area kebun kelapa sawit Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin, 13 Januari 2025.
Kasus ini tengah diselidiki oleh Polsek Pangkalan Banteng jajaran Polres Kotawaringin Barat.
Kapolda Kalteng Irjen Djoko Poerwanto melalui Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman menjelaskan, hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa korban meninggal murni karena gantung diri.
Hal ini diperkuat oleh hasil visum dari dokter forensik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yang tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Anggota kami telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dari hasil tersebut diketahui bahwa korban terlilit banyak hutang akibat sering bermain judi online, sehingga harus meminjam uang ke berbagai pihak," ungkap Kapolres, Selasa, 14 Januari 2025.
Salah satu rekan kerja korban yang bekerja di sebuah counter ponsel di Desa Karang Mulya mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban sempat didatangi seseorang yang menagih utang sebesar Rp850.000. Namun, korban tidak mampu membayarnya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu kain putih dengan simpul mati yang digunakan korban untuk gantung diri, satu lembar kaos hijau, satu celana panjang, serta sepasang sandal. (DANANG/R)
Pria Bunuh Diri di Kandang Ayam Diduga Depresi karena Utang Judi Online
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Seorang Pria Paruh Baya
Pria di Sampit Whatsapp Istrinya Bilang Bunuh Diri
Diduga Akibat Sakit Tidak Kunjung Sembuh, Seorang Warga di Pangkalan Bun Nekat Bunuh Diri
Wanita Pekerja Warung Makan di Seruyan Ditemukan Tidak Bernyawa, Diduga Bunuh Diri
Sulung Rescue Evakuasi Ular Piton di Dekat Kandang Ayam Warga Tamiang Layang
Ular Piton 3,5 Meter di Kandang Ayam Warga Sampit Dievakuasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







