BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengutamakan strategi mitigasi berbasis sistem terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor.
Langkah tersebut disampaikan dalam pertemuan daring melalui Zoom Meeting bersama seluruh anggota GAPKI Kalteng dan BPBD kabupaten/kota se-Kalteng, baru baru ini.
“Mitigasi karhutla tidak bisa lagi hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan harus dibangun sejak dini, dengan sistem yang terintegrasi dan dukungan penuh dari semua pihak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib.
Ia menyebut bahwa keterlibatan perusahaan swasta dalam inovasi teknologi sangat membantu pengawasan dan deteksi dini. PT BGA diketahui telah mengembangkan aplikasi Fire Hunter dan General Inspection untuk memantau hotspot secara real-time.
Selain itu, aktivasi Pos Komando dan Pos Lapangan di 13 kabupaten dan 1 kota juga akan dilakukan, melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, dan Polri yang telah dilatih khusus.
Toyib menegaskan pentingnya sinergi dengan masyarakat dan desa sekitar sebagai ujung tombak pencegahan di lapangan. (HERMAWAN DP/R)
BPBD Kalteng Prioritaskan Mitigasi Karhutla Lewat Sistem Terintegrasi
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPBD Kalteng Catat 1.793 Hotspot, 485 Kejadian Karhutla Sejak Januari 2025
Tingkat Kemudahan Terbakar Lahan di Palangka Raya Sangat Tinggi, BPBD Ingatkan Masyarakat Waspada Karhutla
BPBD Palangka Raya Gencar Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Kecamatan Pahandut
Wakil Ketua I DPRD Kalteng Minta Prioritaskan Produk Lokal untuk Stabilkan Ekonomi
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Digital Terpadu Pengelolaan APBD
Kemkomdigi Siapkan Mitigasi Disinformasi Buatan AI di Pedoman Etika KA
Komentar (0)
Memuat komentar…







