BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M Shaleh mendukung jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim mengembangkan pelabuhan dan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus mengurusi pelabuhan. Pasalnya, usaha itu bisa menjadi peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saya sepakat jika Pemerintah Daerah ingin mengembangkan pelabuhan. Karena hal tersebut secara positif untuk memajukan Kotim melalui pendapatan disektor tersebut," kata Shaleh kepada Borneonews melalui sambungan telepon, Minggu (14/5/2017).
Ia melanjutkan potensi pelabuhan sangat menjanjikan, PAD bisa didapat melalui pengelolaan badan usaha kepelabuhan yang potensinya sangat besar. Selama ini, usaha pelabuhan belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Payung hukum tentang kepelabuhan sudah jelas melalui Perda BUMD tentang Kepelabuhan, selama ini kontribusi pelabuhan untuk daerah sangat kecil, karena pelabuhan milik swasta sama sekali tidak ada kontribusinya bagi daerah," ujar Shaleh.
Oleh karena itu, ia berharap keberadaan Tersus maupun TUKS ke depan berkontribusi bagi daerah, salah satunya dengan pengembangan badan usaha. Selama ini yang terjadi menurut Shaleh banyak fasilitas rusak akibat angkutan dari pelabuhan yang tidak ada kontribsinya.
Ia yakin jika itu dikelola dengan baik, keinginan Pemerintah Daerah menjadikan Kotim sebagai kota jasa akan terealisasi, salah satunya dengan memanfaatkan peluang di sektor kepelabuhan tersebut.(NACO/B-8)
Badan Usaha Pelabuhan Bisa Jadi Peluang PAD Kotim
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelaku Usaha Siap Manfaatkan Peluang Ekspor Cangkang Sawit
Ini Nama Kepala Dinas/Badan yang Dilantik Bupati Kotim
Pemkab Kotim Imbau Pelaku Usaha Daftar JKN-KIS dan Kadin
Pelaku Usaha di Kotim Harus Kreatif dalam Memanfaatkan Potensi Daerah
Badan Jalan dan Trotoar Jangan Dijadikan Lahan Parkir
Sejumlah Potensi PAD di Kotim Belum Tergarap Maksimal
Komentar (0)
Memuat komentar…

