BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Upaya untuk menekan aksi balapan liar sudah dilakukan oleh Polres Kotawaringin Barat (Kobar). Mulai dari upaya persuasif hingga ke penindakan terhadap para pelaku balapan liar.
Bahkan baru-baru ini Satlantas Polres Kobar juga menggandeng puluhan komunitas motor untuk melaksanakan sahur on the road di pondok pesantren Muhammadiyah, Pangkalan Bun.
Fakta mengejutkan bahwa ternyata para pelaku aksi balapan liar ini ternyata bukan warga asli Kabupaten Kobar bahkan orang tua mereka berada di luar Kobar.
Hal itu diketahui saat penindakan terhadap pelaku balapan liar dimana hampir 50% anak-anak remaja yang masih berstatus pelajar yang terjaring razia ini tinggal di kos-kosan.
"Kebanyakan adalah warga luar Kobar dan mereka ini tinggal di kos, saat itu kita mintai surat domisili dari desa dan lurah, kita juga panggil guru dan orang tua wali yang bersangkutan untuk datang," kata Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos.
Kapolres menegaskan, ke depan bagi pelaku balapan liar yang tertangkap akan diberikan efek jera dengan mengikuti pelajaran mengenai peraturan berlalulintas selama satu hari penuh. "Pelaku balapan liar ini sulit ditertibkan karena bukan termasuk pelanggaran atau pidana," ungkapnya.
Sebelumnya, pelaku balapan liar ini marak terjadi di beberapa titik jalan di kota Pangkalan Bun. Pantauan Borneonews titik yang paling sering digunakan adalah jalan Sutan Syahrir serta jalam Lintas Pangkalan Bun - Kolam. (KOKO SULISTYO/B-8)
Pelaku Balap Liar Warga Luar Kobar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dua Warga Ditangkap, Asosiasi Ancam Stop Penjualan Kayu ke Pemkab Kobar
Cek Pemukiman Warga, Wabup Kobar Blusukan di Kumai
Laboratorium Sabu di Pidie Gunakan Kaleng Cat Akrilik untuk Samarkan Narkoba
Imigrasi Deportasi Buronan Tiongkok Terkait Dugaan Pencucian Uang
UPR Ajak Siswa SDN 1 Petuk Katimpun Menulis Cerita dari Ekologi Lokal
Kabut Asap Batasi Pembelajaran, UPR Alihkan Pelatihan Literasi Siswa ke Rumah
Komentar (0)
Memuat komentar…





