BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kali ini terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Sampit, karena tidak bisa dijangkau melalui jalur darat pemadaman mengerahkan Heli water bombing.
Kejadian itu diketahui, saat terpantau titik hotspot, di titik koordinat 3.11'53.9'S112.55.07.5"E yang berlokasi di Kecamatan Teluk Sampit, hingga dilakukan pengecekan di lapangan oleh heli water bombing Kalimantan Tengah.
"Pagi tadi heli survei titik dari bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya terkait adanya hotspot di Kecamatan Teluk Sampit, ternyata benar ada kebakaran lahan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Sutoyo, Minggu (10/9/2017).
Menurut Sutoyo sampai saat ini api masih dipadamkan, sehingga berapa luasan lahan yang terbakar masih belum diketahui lagi, mengingat masih dalam proses pemadamam oleh petugas.
"Tim posko gabungan Kabupaten Kotim tidak bisa operasi darat, sehingga harus melalui operasi udara water bombing," kata Sutoyo kepada Borneonews.co.id.
Kebakaran yang terjadi diperkirakan cukup besar, bahkan asap akibat kebkaran itu cukup tebal. "Nanti perkembangannya seperti apa akan kami informasikan, karena belum diketahui luasannya berapa mengingat api masih terus dipadamkan," tegas Sutoyo. (NACO/B-5)
Water Bombing Dikerahkan karena tak Terjangkau Jalur Darat
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemadaman dengan Water Bombing Padamkan Api di Empat Titik
Api Membesar, BNPB Kembali Kerahkan Water Bombing Ke Kotim
Lakukan 21 Kali Water Bombing Belum Mampu Padamkan Api
BMKG Suplai Informasi Cuaca dalam Operasi Water Bombing
CSR PT IFP Buka Jalur Darat Daerah Terisolir ke Bereng Basuran
Pelindo Bantu Pemudik Gratis Jalur Darat
Komentar (0)
Memuat komentar…

