BORNEONEWS, Sampit - Ir alias AN terdakwa kasus perampokan BRI Unit Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur akan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK).
"Untuk pemberitahuan putusan kita sudah terima, salinannya. Rencananya hari ini kami ambil kebetulan Indriyanto (kuasa hukum Ancah) ada sidang juga di Sampit," kata salah satu kuasa hukum terdakwa, Sukarlan Fachrie Doemas, Senin (11/9/2017).
Terkait itu, Sukarlan memastikan akan melakukan upaya hukum PK. Akan tetapi menurutnya mereka akan mempelajari terlebih dahulu seperti apa pertimbangan hukum dalam putusan kasasi kasus tersebut.
"Kita pelajari dulu pertimbangan hukumnya seperti apa, baru upaya yang kita ambil seperti apa. Yang jelas kita pasti PK," tegas Sukarlan.
Upaya hukum yang dilakukan Ancah Naga atas putusan kasasi dari Mahkamah Agung RI yang sudah terbit beberapa waktu lalu. Dalam putusannya, MA menolak kasasi terdakwa maupun JPU. Sehingga menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Palangka Raya yang memvonis Ancah Naga dengan enam tahun penjara.
Sementara dalam putusan Pengadilan Negeri Sampit Ancah hanya divonis selama 3 tahun penjara, sehingga jaksa maupun terdakwa sama-sama lakukan upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi. Hingga putusan itu naik jadi enam tahun.
An harus berurusan dengan hukum setelah didakwa atas kasus perampokan BRI dengan kerugian bank sekitar Rp500 juta dan nasabah atas nama Abdul Aziz sebesar Rp100 juta. (NACO/B-11)
Terdakwa Perampokan BRI Pundu Pastikan Ajukan PK
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Berkas Tiga Tersangka Perampokan Masuk Tahap II
Pasca Perampokan CU Betang Asi, Bupati Katingan Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kuasa Hukum Ancah Naga Pastikan Miliki 'Peluru Baru' untuk Langkah Hukum PK
Dinilai Terlalu Ringan, JPU Ajukan Banding Atas Vonis Terdakwa Pembobol Kantor Dinkes Lamandau
Terdakwa Korupsi Dishub akan Ajukan Pembelaan
Ancah Naga Siap Lakukan Perlawanan
Komentar (0)
Memuat komentar…

