BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana mengingatkan para penerima bantuan pemerintah baik itu berusmber dari APBD Kotim, APBD Provinsi Kalteng dan APBN untuk menjaganya dengan baik.
"Pemkab Kotim kami minta untuk melakukan pengawasan terhadap kondisi barang kepada para penerima. Bagi kelompok tani atau kelompok kerja lainnya. Yang tidak memelihara barang bantuan itu hendaknya dilakukan evaluasi kembali ke depan," kata Syahbana, Selasa (7/11/2017).
Syahbana yang hadir dalam penyerahan alat mesin pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Kotim menyebutkan barang bantuan yang ada di masyarakat itu harus dilakukan pengawasan untuk pengelolaaanya, agar pemanfaatannya efektif dan optimal.
Apabila dalam pengecekan kembali bantuan alat itu barang yang diberikan tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja maka selanjutnya kepada pemerintah daerah diharapkan untuk menyeleksi ulang petani penerima.
Menurut politisi partai Nasdem itu, lebih baik memberikan bantuan dari pemerintah itu untuk kelompok yang serius dan mumpuni untuk menangani dan menjaga bantuan pemerintah, karena itu anggaran masyarakat banyak bukan milik kelompok sendiri, dari itu hendaknya bisa dijaga untuk kondisi dan keberlangsungan pemakaiannya "Apalagi alat-alat itu tidak murah, jadi harus dirawat dengan sebaik-baiknya," tegasnya.
Syahbana mengakui setiap tahuh Kotim selalu mendapatkan bantuan baik itu bantuan dibidang pertanian. Bantuan itu diharapkan tidak dianggap hanya sekadarnya saja namun bantuan itu adalah bukti bahwa pemerintah daerah, provinsi maupun pusat masih memiliki kepedulian. (NACO/B-5)
Petani Harus Rawat Bantuan yang Diterima dari Pemerintah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bantuan Alsintan Solusi Petani dalam Membuka dan Mengelola Lahan
Seruyan Upayakan Bantuan Alsintan untuk Petani
Petani Kotim Dapat Bantuan Alsintan
Hamdhani Bagikan Alsintan untuk Petani di Pulang Pisau
Petani di Sukamara Harus Tingkatkan Kinerja
Perhatian Pemerintah Terhadap Pengembangan Sektor Pertanian di Kotim Dinilai Sangat Besar
Komentar (0)
Memuat komentar…

