BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun tampak kesal melihat banyaknya kekurangan anggaran di sejumlah SOPD, bahkan ia menyebut pembahasan R-APBD 2018 yang digelar hingga saat ini hanya sandiwara semata.
"Niat tim anggaran eksekutif tidak jelas, pernyataan DPKAD sudah jelas kalau anggaran sudah habis dibagi, kalau seperti ini, rapat kita hanya sandiwara saja," kata Rimbun usai mendengar penyampaian sejumlah kepala SOPD.
Terkait pernyataan pihak DPKAD yang menyatakan anggaran itu bisa dibahas lagi di rapat kompilasi menurut Rimbun itu tidak bisa lagi, apalagi anggaran sudah defisit. "Kecuali pegawai mau gajinya dikurangi," tegasnya.
Karena, menurut Rimbun, kalau tidak mengakomodasi kegiatan di SOPD ia menilai sangat tidak mungkin, apa yang menjadi niat pemerintah daerah selama ini sudah tidak sesuai. "Seperti event pariwisata masak tidak dilaksanakan, sementara pemerintah daerah selalu koar-koar akan meningkatkan sektor tersebut," tegas Rimbun.
Menurut Rimbun, banyaknya kekurangan anggaran seperti yang disampaikan kepala SOPD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah karena ngototnya pemerintah daerah untuk menganggarkan kegiatan multiyears seperti roadrace yang menelan anggaran Rp30 miliar.
"Jujur saja mengapa pembahasan ini kami tunda satu pekan karena kami terkejut melihat anggaran yang diajukan tidak sesuai dengan komitmen pemerintah daerah," tandasnya. (NACO/B-5)
Pembahasan R-APBD Kotim 2018 Hanya Sandiwara?
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fraksi PPP Minta Perhatikan Beberapa Aspek Dalam Penyusunan APBD
Pagi Ini DPRD Gumas Gelar Rapat Paripurna soal R-APBD 2018
Ini Komposisi Rancangan APBD Gunung Mas 2018
Lima Fraksi di DPRD Gunung Mas Sepakat Terima Rancangan APBD 2018
Ini Catatan Kemendagri untuk APBD Kalteng 2018
Tak Ada Pengurangan Anggaran pada APBD 2018 Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…

