BORNEONEWS, Palangka Raya – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pemeriksaan kesehatan serta pemberian suntikan vitamin booster bagi para relawan dan petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan berlangsung di Aula Kejati Kalteng pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan diikuti oleh ratusan petugas yang setiap hari berjuang di garis depan penanggulangan bencana karhutla.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata kepada para relawan yang setiap hari terpapar asap pekat saat menjalankan tugas, bahkan mempertaruhkan nyawa demi melindungi hutan, lahan, dan pemukiman warga dari ancaman api.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Hendrizal Husin, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan para relawan sangat diperlukan mengingat durasi paparan asap yang terus berlangsung.

"Setiap hari relawan itu berhadapan dengan asap, tidak saja pagi, pokoknya setiap saat. Karena memang kita ketahui dan orang luar pun tahu, Kalimantan Tengah ini penuh asap dan asapnya sangat pekat," ungkap Hendrizal.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak boleh diabaikan, terlebih penanganan karhutla telah berlangsung selama bberbulan-bulan

Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk memastikan para relawan tetap dalam kondisi prima dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat saat bekerja di lapangan.

Selain Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, kegiatan ini juga melibatkan RSUD dr. Doris Sylvanus serta unsur-unsur terkait lainnya.

Para relawan mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan suntikan vitamin booster guna menjaga kebugaran tubuh di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya bersih.

Di samping perhatian terhadap kesehatan relawan, Kajati Kalteng juga menegaskan pentingnya penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Kejadian ini sudah berulang dari tahun ke tahun, tentu kita harus memberikan tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan, baik dilaksanakan secara sengaja untuk membuka lahan, maupun yang karena kelalaian tidak menjaga batas wilayah lahannya," tegas Hendrizal. (PATHUR/H)