BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta pengamen di kawasan Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mulai dikeluhkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah seorang pedagang di kawasan Bundaran Pancasila mengatakan, pengamen dan gepeng kerap datang silih berganti menghampiri pengunjung yang sedang menikmati makanan maupun bersantai di kawasan tersebut.
"Para pengamen dan gepeng silih berganti menghampiri pengunjung hingga terlihat merasa risih," kata pedagang tersebut.
Menurutnya, kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan pengunjung dan berdampak terhadap aktivitas para pelaku UMKM yang berjualan di salah satu pusat kuliner dan ruang publik di Pangkalan Bun tersebut.
Para pedagang berharap instansi terkait dapat segera melakukan penanganan dan penertiban secara persuasif agar keberadaan gepeng dan pengamen tidak semakin menjamur.
Penanganan dinilai perlu dilakukan untuk menjaga kenyamanan masyarakat yang berkunjung sekaligus menciptakan suasana yang aman dan tertib bagi aktivitas UMKM di kawasan Bundaran Pancasila.
Pelaku UMKM juga berharap kawasan tersebut tetap menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk bersantai, menikmati kuliner, dan beraktivitas bersama keluarga.(Tim Borneonews)









