BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Sri Rimbawani, memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan pihaknya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk tahun 2027 mendatang.

Fokus utama tertuju pada penguatan kesiapsiagaan dan kemampuan para relawan penanggulangan bencana.

Sri Rimbawani menjelaskan bahwa Dinas Sosial akan mengoptimalkan peran Bidang Kebencanaan, khususnya terkait peningkatan kapasitas Tenaga Tanggap Darurat (Tagana) yang berada di bawah naungan dinas sosial.

"Kemudian terkait rencana dinas sosial di tahun depan, kita akan mengoptimalkan tugas dari bidang kebencanaan terutama kaitannya dengan tenaga tagana yang ada di dinas sosial," ujar Sri Rimbawani, Senin, 2 November 2026.

Dinsos Palangka Raya berencana menyelenggarakan pelatihan bagi para relawan agar memahami tata cara pemadaman lahan yang benar dan sesuai standar.

Diharapkan dengan bekal pengetahuan yang memadai, seluruh relawan dapat menangani titik api dengan tepat serta meminimalkan risiko bahaya di lapangan.

"Mudah-mudahan ke depannya nanti para relawan itu bisa dilatih untuk bagaimana cara pemadaman lahan yang benar-benar sesuai dengan standarnya. Jadi semua sudah mengetahui bagaimana penanganan kebakaran lahan," tambahnya.

Selain peningkatan kemampuan relawan, Dinas Sosial juga mengalokasikan dukungan operasional di tingkat kelurahan, berupa bantuan transportasi khusus bagi anggota Tagana dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

"Melalui dua langkah ini, Dinas Sosial Kota Palangka Raya berharap kesiapsiagaan menghadapi musim kebakaran tahun depan semakin kuat, cepat, dan profesional, sehingga dampak kerugian akibat Karhutla dapat ditekan seminimal mungkin," pungkasnya. (PATHUR/j)