BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya resmi menyiagakan lima unit pesawat udara tanpa awak atau drone untuk keperluan peninjauan dari udara guna mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Palangka Raya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palangka Raya, Berlianto, menjelaskan bahwa kelima drone tersebut merupakan hasil kerja sama lintas instansi.
"Ini merupakan kolaborasi antara Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya," ungkapnya, Senin, 2 November 2026.
Operasional pemantauan menggunakan drone berjalan cukup lama setiap harinya, yaitu mulai pukul 09.00 WIB hingga dini hari.
Beberapa wilayah prioritas yang menjadi sasaran pemantauan antara lain kawasan di sepanjang Jalan G. Obos, daerah Jalan Mahir Mahar, serta sekitar Kelurahan Kereng Bangkirai.
Selain mendeteksi titik api baru, keberadaan drone juga dimanfaatkan untuk meninjau kembali lahan yang sebelumnya sudah dipadamkan oleh tim gabungan.
Hal ini sangat penting untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal dan mencegah api kembali menyala.
Berlianto menambahkan, dengan adanya bantuan teknologi ini, pengawasan terhadap kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat, lebih luas jangkauannya, dan lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan pemantauan dari darat.
Berlianto berharap langkah ini dapat meningkatkan kewaspadaan dini, sehingga jika ditemukan titik api baru dapat segera ditangani sebelum meluas.
Pemantauan pasca - pemadaman juga diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran berulang di lokasi yang sama.
"Teknologi drone ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung ketepatan dan kecepatan penanganan Karhutla di wilayahnya," pungkasnya. (PATHUR/j)









