BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau menyiapkan program SIGAP BAHALAP (Sinergi Gerakan Aksi Pencegahan Stunting, Bangun Harapan Anak Bangsa Pulang Pisau) sebagai upaya mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting.
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pulang PPisau, dr Ellyana, mengatakan, program SIGAP BAHALAP diperlukan mengingat prevalensi stunting di Kabupaten Pulang Pisau masih mencapai 27,9 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024.
"Ada tantangan, balita rentan terhadap masalah gizi dan infeksi. Karena itu, penanganan perlu dilakukan secara tepat sasaran dan berkesinambungan," kata Ellyana. Rabu, 4 November 2026.
Melalui program tersebut, Dinkes Pulang Pisau mengedepankan intervensi gizi terpadu yang meliputi pemberian susu atau Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK), vitamin dan suplemen, serta edukasi gizi kepada orang tua, keluarga maupun pengasuh balita.
Program ini bertujuan mendukung penurunan stunting sesuai target RPJMN 2026. Selain itu, pemberian intervensi gizi diharapkan dapat meningkatkan berat badan balita sekaligus mengurangi jumlah kasus stunting di daerah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, program SIGAP BAHALAP menyasar 338 balita yang tersebar di 17 lokus stunting pada tiga kecamatan, yakni Kahayan Hilir sebanyak sembilan lokus, Maliku empat lokus, dan Jabiren Raya empat lokus.
Intervensi pemberian susu atau PKMK serta vitamin dan suplemen direncanakan berlangsung selama 28 hari atau empat minggu sesuai ketentuan penggunaan produk.
Selain pemberian bantuan nutrisi, petugas kesehatan juga melakukan pemantauan pertumbuhan melalui pengukuran antropometri pada awal dan akhir pelaksanaan intervensi.
Dinkes juga menyiapkan dukungan operasional berupa transportasi lokal untuk menunjang pelaksanaan program. Di antaranya biaya koordinasi dan pengambilan bantuan natura sebesar Rp50 ribu per kegiatan bagi tenaga kesehatan penanggung jawab lokus.
Sementara itu, kegiatan pengukuran antropometri, pemantauan dan evaluasi mendapat dukungan transportasi sebesar Rp50 ribu per orang per hari sesuai ketentuan dan ketersediaan anggaran.
Melalui program SIGAP BAHALAP, diharapkan penanganan masalah gizi pada balita dapat dilakukan lebih terarah melalui keterlibatan tenaga kesehatan serta dukungan keluarga dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau.( RETHA/H)









