BORNEONEWS, TEL AVIV – Pemerintah Israel dikabarkan terkejut dengan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan bantuan militer tahunan Washington kepada Tel Aviv pada akhir 2026. Keputusan tersebut disebut belum sepenuhnya dipahami oleh jajaran pertahanan Israel.

Mengutip laporan badan penyiaran Israel, Kan, Selasa (3/11/2026), sejumlah pejabat militer dan pertahanan Israel mengaku tidak menyangka dengan pernyataan Trump mengenai penghentian bantuan tersebut.

"Kami sama sekali tak menyangka akan pernyataan tersebut. Kami terus menjalin dialog rutin dengan pihak AS, dan bisa dikatakan kami terkejut," kata seorang pejabat pertahanan Israel.

Pejabat tersebut menambahkan, pemerintah Israel masih mempelajari dampak kebijakan itu karena rincian keputusan belum disampaikan kepada seluruh lembaga terkait.

Sebelumnya, Trump menyampaikan rencana Washington mengurangi bantuan militer kepada Israel hingga penghentian penuh pada akhir 2026. Rencana tersebut, menurut Trump, sejalan dengan keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin mengurangi ketergantungan militer negaranya terhadap AS.

Pada Juli 2026, Netanyahu disebut telah menyampaikan keinginannya kepada Trump agar Israel secara bertahap menghilangkan ketergantungan terhadap bantuan militer Amerika Serikat.

Isu bantuan militer Israel menjadi salah satu perdebatan kontroversial di Kongres AS maupun di tengah masyarakat Amerika, terutama menyusul operasi militer Israel di Jalur Gaza dan tuduhan genosida terhadap Palestina.

Laporan Kan menyebut rencana penghentian bantuan tersebut berpotensi memperoleh dukungan luas dari Partai Demokrat.

Selama ini, dukungan militer AS kepada Israel mengacu pada nota kesepahaman (MoU) periode 2019–2028 yang ditandatangani pada 2016, saat pemerintahan Presiden Barack Obama.

Dalam kesepakatan tersebut, Washington berkomitmen menyediakan bantuan keamanan sebesar 3,3 miliar dolar AS setiap tahun. Selain itu, AS mengalokasikan tambahan 500 juta dolar AS untuk program kerja sama pertahanan rudal Israel.

Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai komponen anggaran bantuan yang akan dihentikan Trump pada akhir tahun ini, termasuk mekanisme dan waktu pelaksanaannya.

Rencana tersebut berpotensi membawa perubahan dalam hubungan kerja sama pertahanan AS-Israel yang selama ini menjadi salah satu pilar utama keamanan militer Tel Aviv.

SUMBER: ANTARA