BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memantau tujuh lokasi kemunculan orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah lokasi ditemukan dalam kondisi bekas terbakar, sehingga diduga memengaruhi keberadaan dan pergerakan satwa dilindungi tersebut.
"Hari ini kami melakukan observasi 2 lokasi kemunculan orangutan. Hasilnya orangutan tidak ditemukan, sementara kawasan sekitarnya sudah terdampak kebakaran," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Rabu, 4 November 2026.
Dua lokasi yang dilakukan observasi hari ini yakni Jalan Ir Soekarno Gang Mustika dan Jalan Batanggung jalur tembus Kandan-Bajarum.
Di Gang Mustika, petugas tidak menemukan individu orangutan. Namun, mereka menemukan sekitar 10 umbut nanas yang rusak dan dimakan, diperkirakan bekas aktivitas orangutan sekitar dua hari sebelumnya.
Sementara di Jalan Batanggung, orangutan juga tidak ditemukan. Kawasan di sekitar kebun karet pada lokasi tersebut telah terbakar. BKSDA menduga kuat orangutan sudah tidak berada di titik kemunculan sebelumnya akibat kondisi habitat yang terdampak karhutla.
Pengecekan di dua lokasi tersebut turut dibantu Tio, staf CAN Borneo yang datang dari Kalimantan Timur. Tim menggunakan satu unit pesawat nirawak atau drone untuk membantu pemantauan kawasan.
Selain kedua titik itu, BKSDA juga memantau lima lokasi lain yang pernah dilaporkan menjadi tempat kemunculan orangutan. Empat lokasi diantaranya meliputi kawasan Lingkar Selatan atau Jalan MH Hatta di belakang Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Bagendang Permai, Dusun Remiling Desa Ganepo, dan Desa Kandan.
Muriansyah menyebutkan, seluruh lokasi pemantauan memiliki keterkaitan dengan dampak kebakaran, baik berupa bekas karhutla di titik kemunculan maupun kawasan terbakar di sekitarnya.
"Semua lokasi dampak Karhutla. Di lokasi kemunculan bekas karhutla dan atau di sekitar lokasi kemunculan bekas karhutla. Kalau di Kandan itu ada 1 individu orangutan jantan yang kami pantau," imbuhnya.
Selain itu, BKSDA menerima laporan baru dari Kepala Desa Bagendang Tengah terkait kemunculan beberapa individu orangutan. Laporan tersebut berasal dari sekitar lokasi penemuan anak orangutan betina sebelumnya. Berdasarkan keterangan kepala desa dan warga, masih ada beberapa individu orangutan di sekitar wilayah tersebut.
Lokasi kemunculan orangutan di Bagendang Tengah berada di tepian Sungai Sampit berupa hutan yang masih cukup baik dan belum terbakar. Namun, kawasan hutan yang tersisa hanya berupa jalur selebar sekitar 30 hingga 50 meter yang memanjang mengikuti aliran sungai. Pencarian orangutan di kawasan tersebut tidak mudah karena jalur hutan membentang jauh ke arah hulu.
"Kami meminta warga agar segera melapor apabila orangutan muncul di lokasi-lokasi tersebut. Kami meminta warga memantau pergerakan satwa dari jarak aman hingga petugas tiba untuk penanganan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









