BORNEONEWS, Jakarta – Kiper FC Andorra, Jesus Owono, mengaku mengalami tekanan emosional mendalam setelah terlibat insiden tabrakan yang menyebabkan penyerang Tenerife, Jesus de Miguel, meninggal dunia. Peristiwa tragis tersebut terjadi dalam pertandingan Divisi Segunda Spanyol di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez, Senin, 2 November 2026.
Owono menyebut kejadian itu sebagai salah satu masa tersulit dalam hidupnya. Ia mengaku kesulitan menerima kenyataan bahwa benturan di lapangan tersebut berakhir dengan hilangnya nyawa seorang pemain.
“Ini adalah hari-hari paling sulit dalam hidup saya. Saya kesulitan menemukan kata-kata dan sangat sulit menerima apa yang telah terjadi,” kata Owono melalui pernyataan resmi FC Andorra, Rabu, 4 November 2026.
Insiden terjadi ketika Owono keluar jauh dari kotak penalti untuk menghalau bola. Dalam situasi tersebut, ia bertabrakan keras dengan De Miguel hingga penyerang Tenerife itu terjatuh dan tidak bergerak di lapangan.
Tim medis langsung memberikan pertolongan sebelum De Miguel dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong. Pertandingan pekan ke-12 tersebut akhirnya dihentikan, sementara Owono mendapat kartu merah akibat insiden itu.
Dalam pernyataannya, kiper berusia 25 tahun tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat De Miguel.
“Saya merasakan kesedihan yang luar biasa atas kepergian Jesus. Pikiran saya tertuju kepadanya, keluarganya, dan semua orang yang menyayanginya,” ujarnya.
Owono menegaskan, untuk saat ini pikirannya hanya tertuju pada De Miguel dan duka yang dirasakan keluarga besar sepak bola. Ia juga menyatakan akan menghadapi situasi tersebut dengan penuh rasa hormat.
Dukungan terhadap Owono datang dari rekan setimnya di FC Andorra, Lautaro Spatz. Melalui media sosial, Spatz mengatakan insiden tersebut bukan tindakan yang disengaja dan menegaskan betapa berat kondisi psikologis yang sedang dihadapi sang kiper.
“Orang-orang yang mengenalnya tahu seperti apa dirinya, betapa besar penderitaannya saat ini, dan bahwa dia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti siapa pun,” tulis Spatz, seperti dikutip BBC.
Ia juga mengingatkan bahwa insiden tidak terduga dalam sepak bola bisa terjadi, tetapi tidak ada yang membayangkan peristiwa tersebut berakhir dengan konsekuensi fatal.
Tragedi itu turut mendapat perhatian luas dari dunia sepak bola. Para pemain FC Andorra menggelar mengheningkan cipta untuk mengenang De Miguel sebelum menjalani latihan. Owono sendiri dilaporkan tidak mengikuti sesi latihan pada Rabu.
Sementara itu, kepolisian Spanyol membuka penyelidikan rutin untuk mendalami kemungkinan unsur tindak pidana pembunuhan karena kelalaian (involuntary manslaughter). Berdasarkan hukum Spanyol, kematian yang dinilai tidak terjadi secara alami dapat memicu penyelidikan yudisial.
De Miguel, 30, bergabung dengan Tenerife pada musim panas 2025 dan diketahui telah memiliki seorang anak. Sebagai bentuk penghormatan, mengheningkan cipta selama satu menit juga dijadwalkan berlangsung dalam pertandingan kompetisi Eropa sepanjang pekan ini.
Owono merupakan penjaga gawang tim nasional Guinea Khatulistiwa yang telah mencatatkan 47 penampilan internasional. Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa, Venancio Tomas Micha, sebelumnya juga menyampaikan dukungan kepada sang pemain di tengah situasi berat yang dihadapinya.
SUMBER: ANTARA









