BORNEONEWS, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Museum berskala besar ini dirancang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi bagi masyarakat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, rencana tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Menurut Teddy, pembangunan museum tersebut menjadi kelanjutan dari revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah yang telah rampung.

"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," kata Teddy di Jakarta, Kamis malam.

Rapat terbatas tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Selain pembangunan Museum Agung Nasional, pertemuan itu membahas revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir, serta rencana pembangunan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.

Teddy menjelaskan, pengembangan kawasan Monas diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keindahan kawasan sekaligus memperkuat fungsi sejarah dan edukasi bagi masyarakat.

Prabowo juga menginginkan program revitalisasi fasilitas publik tidak sekadar meningkatkan kualitas layanan, tetapi mampu menghadirkan infrastruktur yang menjadi kebanggaan nasional.

"Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, dan pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional," ujar Teddy.

SUMBER: ANTARA