BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut membutuhkan pembasahan secara berulang untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Menurut Fairid, kawasan gambut di sejumlah titik rawan memerlukan penanganan khusus karena karakteristiknya berbeda dengan tanah mineral. Penyiraman tidak cukup dilakukan hanya sekali untuk memastikan api benar-benar padam.

Ia menjelaskan, meskipun api di permukaan tanah telah berhasil dikendalikan, potensi munculnya kembali kebakaran tetap ada akibat bara yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

“Gambut itu kan bukan tanah mineral biasa yang disiram langsung padam. Jadi perlu dilakukan pembasahan berulang-ulang,” terangnya, Jumat, 6 November 2026.

Karena itu, proses pemadaman harus disertai penyiraman lanjutan secara rutin untuk memastikan kawasan terdampak benar-benar basah hingga bagian bawah permukaan.

Fairid menyebut, upaya tersebut membutuhkan dukungan peralatan yang memadai serta pemanfaatan anggaran secara optimal agar penanganan karhutla dapat berjalan efektif.

"Pembasahan berulang menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kebakaran kembali muncul, terutama di kawasan gambut yang selama ini memiliki tingkat kerawanan tinggi," tambahnya.

Pemko Palangka Raya pun terus mendorong upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara berkelanjutan agar risiko kebakaran berulang dapat ditekan serta dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan diminimalkan. (MARINI/R)