BORNEONEWS, Istanbul – Sedikitnya tiga tentara Kolombia tewas dan delapan lainnya mengalami luka parah setelah sebuah pangkalan militer di Santa Rosa, wilayah selatan Bolivar, menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak atau drone bermuatan bahan peledak.

Serangan tersebut dikonfirmasi Divisi Pertama Angkatan Darat Kolombia melalui pernyataan resmi yang dilaporkan pada Minggu, 8 November 2026.

Militer Kolombia mengungkapkan pelaku menggunakan drone yang telah dimodifikasi untuk membawa bahan peledak sebelum melancarkan serangan ke fasilitas militer tersebut.

Ledakan yang terjadi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan sejumlah personel militer harus mendapatkan penanganan medis akibat luka yang diderita.

Selain delapan tentara yang mengalami luka parah, sejumlah prajurit lainnya dilaporkan turut terdampak dan telah memperoleh perawatan di fasilitas kesehatan setempat.

Menyusul insiden tersebut, Angkatan Darat Kolombia langsung mengaktifkan prosedur keamanan darurat di sekitar lokasi kejadian.

Personel militer dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas, mendata kerusakan infrastruktur, serta memastikan jumlah keseluruhan korban akibat serangan.

Pihak militer mengecam keras serangan menggunakan drone peledak tersebut dan menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia.

Serangan terhadap pangkalan militer itu juga menjadi perhatian aparat keamanan karena penggunaan drone yang dimodifikasi untuk membawa bahan peledak berpotensi menimbulkan ancaman terhadap personel maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Untuk mencegah kejadian serupa, Divisi Pertama Angkatan Darat Kolombia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan ancaman keamanan.

Warga yang memiliki informasi mengenai serangan tersebut maupun potensi aksi serupa diminta menyampaikannya kepada aparat melalui layanan pengaduan resmi.

Pemerintah setempat juga mengimbau masyarakat memanfaatkan sambungan telepon darurat antiterorisme nasional Kolombia untuk memberikan informasi yang dapat membantu langkah pencegahan dan penanganan.

Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu aparat mengidentifikasi potensi ancaman sekaligus melindungi keselamatan warga sipil serta personel keamanan.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada keterangan mengenai identitas kelompok yang bertanggung jawab atas serangan drone di Santa Rosa.

Pihak militer masih melakukan pemeriksaan terhadap dampak serangan dan pengamanan di kawasan pangkalan militer yang menjadi sasaran.

Sumber: ANTARA/Anadolu