BORNEONEWS, Jakarta – Bertambahnya usia tidak selalu membuat seseorang kehilangan kebahagiaan. Menurut kajian psikologi, kemampuan mengendalikan kehidupan dan menyikapi perubahan secara positif menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan emosional saat memasuki usia lanjut.
Profesor Emerita bidang Ilmu Psikologi dan Otak dari University of Massachusetts Amherst, Susan Krauss Whitbourne, Ph.D., ABPP, menjelaskan bahwa kebahagiaan pada usia lanjut sangat dipengaruhi cara seseorang memandang perubahan yang terjadi dalam kehidupannya.
Melalui tulisan yang dipublikasikan di Psychology Today pada Minggu, 8 November 2026, Whitbourne menyebut seseorang cenderung lebih mampu mempertahankan kebahagiaan apabila tetap melihat berbagai pengalaman positif yang diperoleh seiring bertambahnya usia.
Sebaliknya, terlalu berfokus pada penurunan kemampuan fisik, keterbatasan, atau hal-hal yang tidak lagi dapat dilakukan berpotensi memengaruhi kondisi emosional.
Penjelasan tersebut merujuk pada penelitian Maria Wirth bersama sejumlah peneliti dari Friedrich Schiller University Jena pada 2026.
Penelitian itu melibatkan 268 orang dewasa dengan rata-rata usia 65 tahun untuk mengetahui hubungan antara perubahan akibat penuaan, persepsi kendali diri, dan tingkat kebahagiaan.
Selama dua pekan, para peserta diminta mengisi kuesioner harian mengenai pengalaman positif maupun negatif yang berkaitan dengan pertambahan usia.
Peneliti juga mengukur sejauh mana peserta merasa mampu mengendalikan kehidupannya serta bagaimana kondisi tersebut berkaitan dengan kebahagiaan sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi memiliki kendali atas kehidupan berperan dalam hubungan antara pengalaman penuaan dan kesejahteraan emosional.
Ketika seseorang merasa tidak memiliki kendali, pengalaman kehilangan kemampuan atau keterbatasan cenderung memberikan dampak lebih besar terhadap kebahagiaannya.
Sebaliknya, individu yang tetap merasa mampu mengambil keputusan dan melakukan tindakan untuk menghadapi perubahan cenderung lebih mudah menjaga kondisi emosional.
Tetap Aktif dan Fokus pada Hal yang Bisa Dilakukan
Whitbourne menjelaskan bahwa mempertahankan rasa kendali dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh, ketika seseorang mengalami ketidaknyamanan pada persendian akibat pertambahan usia, ia dapat mempertimbangkan aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan tubuhnya.
Peregangan ringan atau yoga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kebugaran, dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perubahan fisik tidak selalu harus diterima sebagai hambatan yang membuat seseorang berhenti beraktivitas.
Menjaga rutinitas, melakukan kegiatan yang disukai, dan tetap mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari juga dapat membantu mempertahankan perasaan mandiri.
Namun, apabila seseorang merasa tidak mampu memengaruhi keadaan, motivasi untuk melakukan aktivitas dapat menurun.
Kondisi tersebut berpotensi membuat proses adaptasi terhadap perubahan usia menjadi lebih sulit.
Hindari Pandangan Negatif tentang Penuaan
Selain kendali diri, cara berpikir mengenai pertambahan usia juga memiliki peran penting dalam menjaga kebahagiaan.
Whitbourne mengingatkan bahwa anggapan negatif tentang penuaan dapat memengaruhi penilaian seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri.
Pandangan bahwa usia lanjut selalu identik dengan kelemahan, ketergantungan, dan kehilangan kemampuan dapat menurunkan motivasi untuk tetap aktif.
Padahal, bertambahnya usia juga dapat memberikan berbagai pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Karena itu, seseorang dianjurkan untuk tidak hanya memusatkan perhatian pada keterbatasan, tetapi juga mengenali hal-hal positif yang masih dimiliki dan dapat dikembangkan.
Mempertahankan aktivitas yang sesuai kemampuan serta terus beradaptasi terhadap perubahan menjadi langkah yang dapat membantu menjaga kualitas hidup.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara persepsi kendali diri dan kebahagiaan, bukan berarti seluruh perubahan fisik maupun emosional akibat penuaan dapat diatasi hanya melalui pola pikir positif.
Dukungan keluarga, kondisi kesehatan, dan lingkungan yang mendukung juga tetap penting bagi kesejahteraan seseorang pada usia lanjut.
Dengan mempertahankan rasa kendali atas kehidupan dan mengembangkan cara pandang yang lebih seimbang terhadap proses penuaan, seseorang dapat memiliki peluang lebih baik untuk tetap menikmati kehidupan seiring bertambahnya usia.
Sumber: ANTARA/Psychology Today









