BORNEONEWS, Istanbul – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia menggunakan rudal balistik buatan Korea Utara dalam serangan udara terbaru yang menyasar sejumlah wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv.

Dugaan tersebut muncul setelah tim Ukraina melakukan pemeriksaan awal terhadap fasilitas energi yang mengalami kerusakan akibat serangan Rusia.

Melalui pernyataan di media sosial X pada Sabtu, 7 November 2026, Zelenskyy mengatakan hasil identifikasi sementara menunjukkan penggunaan rudal KN-23 yang diproduksi dan dipasok Korea Utara.

"Menurut temuan awal, pada salah satu fasilitas energi utama yang rusak, pihak Rusia menggunakan rudal KN-23 yang diproduksi dan dipasok Korea Utara," kata Zelenskyy.

Ia menjelaskan pemeriksaan teknis masih berlangsung di sejumlah lokasi yang terdampak serangan rudal balistik.

Karena itu, informasi mengenai penggunaan rudal Korea Utara tersebut masih berdasarkan temuan awal otoritas Ukraina dan belum dapat dipastikan melalui verifikasi independen.

Zelenskyy menilai dugaan penggunaan persenjataan Korea Utara menjadi alasan tambahan bagi masyarakat internasional untuk memperketat sanksi terhadap pihak yang terlibat dalam mendukung operasi militer Rusia.

Menurutnya, serangan terbaru Rusia melibatkan 36 rudal, tetapi sistem pertahanan udara Ukraina hanya berhasil mencegat empat di antaranya.

Kondisi tersebut kembali menyoroti kebutuhan Ukraina terhadap tambahan sistem pertahanan udara, terutama rudal pencegat untuk sistem Patriot.

Zelenskyy mengatakan persediaan rudal pencegat Patriot yang dimiliki Ukraina semakin terbatas sehingga bantuan dari negara-negara mitra sangat dibutuhkan.

Ia menyebut Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan yang diperlukan guna memperkuat perlindungan wilayah dan masyarakat Ukraina.

Pemerintah Ukraina terus mengupayakan percepatan pengiriman bantuan pertahanan udara melalui komunikasi dengan Washington.

"Hal ini jadi semakin penting saat ini -- tak hanya menjelang musim dingin, tapi juga menjelang satu upaya bersama yang baru dengan mitra-mitra kita untuk menghidupkan kembali negosiasi," ujar Zelenskyy.

Selain kebutuhan pertahanan udara, Presiden Ukraina juga menyoroti situasi menjelang rencana perundingan trilateral yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Selasa, 10 November 2026.

Zelenskyy menuding Rusia meningkatkan tekanan militer untuk memengaruhi posisi Ukraina dan negara-negara mitranya menjelang pembicaraan tersebut.

Ia berharap Amerika Serikat dan sekutu Ukraina tetap mempertahankan dukungan terhadap upaya penyelesaian konflik melalui diplomasi.

"Kami berharap Amerika Serikat, sebagaimana mitra-mitra kami yang lain, akan bertindak sesuai prinsip," katanya.

Di tengah situasi tersebut, Zelenskyy juga meminta Menteri Dalam Negeri Ivan Vyhivsky dan pemerintah daerah mempersiapkan jalur transportasi alternatif menuju Kyiv.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi gangguan mobilitas akibat serangan terhadap infrastruktur transportasi.

Menurut Zelenskyy, pemerintah Ukraina juga sedang menyiapkan dukungan tambahan di bidang energi dan logistik dengan bantuan sejumlah negara Eropa.

Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh 149 dari 172 drone serta empat rudal balistik yang diluncurkan Rusia dalam serangan terbaru.

Kementerian Pertahanan Rusia secara terpisah mengonfirmasi telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Kyiv.

Rusia menyatakan serangan tersebut ditujukan kepada infrastruktur industri militer, fasilitas energi, dan jaringan transportasi yang diklaim digunakan untuk mendukung operasi Angkatan Bersenjata Ukraina.

Salah satu infrastruktur yang disebut menjadi sasaran adalah Jembatan Pivnichnyi di Kyiv.

Serangan tersebut terjadi setelah Zelenskyy sebelumnya mengungkapkan adanya informasi intelijen mengenai rencana Rusia menyerang fasilitas energi, infrastruktur sipil, serta jembatan yang melintasi Sungai Dnieper.

Hingga laporan tersebut disampaikan, pemerintah Rusia maupun Korea Utara belum memberikan tanggapan terhadap tuduhan penggunaan rudal KN-23 dalam serangan ke Ukraina.

Klaim mengenai asal rudal dan sasaran serangan belum dapat diverifikasi secara independen karena kondisi perang yang masih berlangsung.

Sumber: ANTARA/Anadolu