BORNEONEWS, Sampit - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengalami penurunan setelah sejumlah wilayah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini ada pendinginan di daerah Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Sisanya pasukan suplai air saja," kata Koordinator Lapangan Satgas Penanganan Karhutla Kotim, Rihel, Minggu, 8 November 2026.

Penurunan penanganan karhutla tersebut juga terlihat dari laporan sehari sebelumnya. Pada 7 November 2026, petugas tercatat melakukan penanganan di dua titik yang berada di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kondisi ini berbeda dibandingkan periode puncak karhutla beberapa bulan sebelumnya, ketika petugas harus menangani kebakaran belasan hingga puluhan titik.

Berdasarkan laporan BPBD Kotim yang disampaikan Rihel, data hotspot periode 1–7 November 2026, tercatat sebanyak 189 titik panas di wilayah Kotim. Sementara secara akumulatif sejak Januari hingga November 2026, jumlah hotspot mencapai 54.306 titik.

Lonjakan hotspot paling signifikan terjadi pada September 2026 dengan 23.686 titik. Sebelumnya, pada Agustus tercatat 14.529 titik, kemudian pada Oktober mencapai 15.385 titik panas.

Tingginya jumlah titik panas tersebut menggambarkan beratnya kondisi karhutla yang dihadapi Kotim sepanjang musim kemarau. Kondisi kekeringan yang berlangsung berbulan-bulan membuat sejumlah kawasan rawan terbakar dan membutuhkan penanganan intensif dari petugas gabungan.

Secara keseluruhan, Satgas Penanganan Karhutla Kotim telah menangani sebanyak 1.714 kejadian kebakaran dengan total luasan mencapai 2.254,64 hektare.

Sebelumnya diberitakan, BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim juga mencatat penurunan jumlah hotspot. Pada 5 November pukul 16.00 WIB terdeteksi 45 titik panas, kemudian meningkat menjadi 57 titik pada 6 November pagi.

Namun, pemantauan pada 6 November sore dan 7 November pagi menunjukkan tidak ada hotspot yang terdeteksi. Pada 8 November pagi, jumlahnya kembali terpantau sebanyak dua titik yang seluruhnya berada di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. (DEWI PATMALASARI)