BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran yang menghanguskan lima rumah di Desa Pematang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyebabkan empat kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim turun tangan untuk memastikan para korban mendapat bantuan dan perhatian setelah musibah tersebut.
"Saya turun langsung ke Desa Pematang, Kecamatan Mentaya Hulu, untuk melihat kondisi warga yang terdampak musibah kebakaran rumah," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Kamis, 5 November 2026.
Kebakaran terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Api menghanguskan lima unit rumah warga yang berada di RT 03/RW 02 Desa Pematang.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah, sedikitnya empat kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Meski kerusakan rumah cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Untuk melihat kondisi para korban, Irawati bersama Kepala Dinas Sosial Kotim mendatangi lokasi pada Rabu, 4 November 2026. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah mengetahui langsung dampak kebakaran terhadap kehidupan warga.
Irawati juga menyerahkan bantuan kepada keluarga terdampak. Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan awal warga setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
"Saya turut menyampaikan rasa prihatin dan duka atas musibah yang dialami saudarasaudara kita. Semoga para korban diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini," tambahnya.
Pemkab Kotim berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami musibah. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus membantu mereka melewati masa pemulihan.
"Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan terus berupaya hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Kita kuatkan kepedulian, hadirkan kebersamaan, dan saling membantu dalam setiap keadaan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









