BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merancang Gedung Pertemuan Terpadu di Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan Sampit dengan konsep multifungsi menyerupai Jakarta Convention Center (JCC).
Dibangun di atas lahan sekitar 3,7 hektare, kawasan ini dirancang mampu menampung hingga 15.000 orang dengan kebutuhan anggaran berdasarkan Detail Engineering Design (DED) mencapai Rp150 miliar.
"Untuk kapasitas seluruh kawasan, termasuk halaman, diperkirakan bisa menampung sekitar 15.000 orang. Sementara kapasitas ruang utama di dalam gedung bergantung pada pengaturan tempat duduk dan kebutuhan acara," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) Kotim, Rifarna Montazriani, Kamis, 4 November 2026.
Secara fisik, gedung tersebut dirancang memiliki panjang 144 meter dan lebar 80 meter. Fasilitas ini disiapkan untuk mengakomodasi berbagai kegiatan, mulai dari agenda pemerintahan, pameran, tabligh akbar, resepsi pernikahan hingga konser.
Untuk gedung utama, kapasitasnya diperkirakan mencapai 2.000 hingga 4.000 orang. Jumlah tersebut menyesuaikan tata letak ruangan, terutama penggunaan meja dan kursi selama kegiatan berlangsung.
Jika menggunakan susunan meja bundar, ruang utama diperkirakan dapat menampung sekitar 2.000 hingga 3.000 orang. Sementara pengaturan kursi dengan konsep teater memungkinkan kapasitas pengunjung lebih besar.
Bangunan ini mengusung konsep satu lantai yang dilengkapi mezanin. Area mezanin akan diisi fasilitas pendukung, di antaranya dua kamar hotel beserta lobi, ruang rapat berkapasitas kecil, serta lounge khusus tamu VIP untuk beristirahat atau menunggu kegiatan.
Selain itu, tersedia ruang rias atau make-up room untuk menunjang kebutuhan penyelenggara maupun pengisi acara. Sementara ruang rapat berukuran kecil disiapkan untuk mendukung pertemuan yang lebih terbatas.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, gedung ini dirancang tidak hanya untuk kegiatan berskala besar, tetapi juga pertemuan pemerintahan dan acara lain yang membutuhkan ruangan khusus. Keberadaannya diharapkan menjadi alternatif lokasi kegiatan besar di Kotim yang selama ini memanfaatkan Stadion 29 Nopember Sampit.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan pembangunan berdasarkan DED diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Nilai tersebut mencakup seluruh pekerjaan konstruksi hingga gedung beserta fasilitas pendukungnya hingga dapat berfungsi secara keseluruhan.
"Jadi semua terintegrasi di situ semua kegiatan bisa. Mau orang tabligh akbar, mau kondangan, mau konser, road race," tandas Rifarna. (DEWI PATMALASARI/H)









