BORNEONEWS, Palangka Raya – Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Tengah pada 2026 mencapai 75,50. Capaian tersebut meningkat dibandingkan 2022 yang tercatat sebesar 73,17.

Kepala BPS Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga menjelaskan, IPM merupakan indikator yang menggambarkan capaian pembangunan manusia melalui tiga dimensi dasar, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.

Ketiga dimensi tersebut dihitung menjadi satu indeks komposit dengan rentang nilai 0 hingga 100 menggunakan metode rata-rata geometrik.

“Artinya, capaian yang rendah pada salah satu dimensi tidak dapat sepenuhnya ditutupi oleh capaian dimensi lainnya. Karena itu, ketiga dimensi perlu mendapat perhatian yang seimbang,” kata Toto pada Minggu, 8 November 2026.

Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir penduduk Kalteng pada 2026 mencapai 74,20 tahun. Angka ini meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sekitar 74,10 tahun.

Sementara pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah mencapai 12,81 tahun. Indikator ini menggambarkan peluang anak usia tujuh tahun untuk menempuh pendidikan selama sekitar 12 tahun atau lebih.

"Adapun rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas tercatat 9,13 tahun. Artinya, secara rata-rata, pendidikan penduduk pada kelompok usia tersebut setara dengan jenjang SMP," tuturnya.

Pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp12,949 juta per tahun.

Toto mengatakan, IPM tidak hanya digunakan untuk melihat tingkat pencapaian pembangunan manusia, tetapi juga untuk memantau perkembangan dan kecepatan kemajuannya dari tahun ke tahun.

Data IPM dihitung menggunakan sejumlah sumber, di antaranya Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) serta Long Form Sensus Penduduk 2020. Indikator umur harapan hidup bersumber dari Long Form SP2020, sedangkan indikator pendidikan dan pengeluaran per kapita bersumber dari Susenas.(TESTI PRISCILLA)