BORNEONEWS, Palangka Raya – Tingkat pengangguran terbuka atau TPT di Kalimantan Tengah meningkat menjadi 4,01 persen pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng mencatat terdapat sekitar 58 ribu penduduk yang masuk kategori pengangguran.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, peningkatan TPT tersebut terjadi dibandingkan Agustus 2025.
"Selama kurun waktu Agustus 2025 sampai Agustus 2026, tingkat pengangguran terbuka kita mengalami peningkatan. Terdapat sekitar 58 ribu orang pengangguran atau setara dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,01 persen," ujarnya dalam penyampaian Berita Resmi Statistik pada Minggu, 8 November 2026.
Toto menjelaskan, TPT merupakan indikator yang diperoleh dari perbandingan jumlah pengangguran terhadap total angkatan kerja.
Dalam konsep BPS, pengangguran tidak hanya mencakup penduduk yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
Kategori tersebut juga meliputi penduduk yang sedang mempersiapkan usaha maupun mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
"Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 3,41 persen atau turun 0,30 persen poin dibandingkan Agustus 2025," bebernya.
Sebaliknya, TPT perempuan mencapai 5,13 persen atau meningkat 0,09 persen poin.
Berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan mengalami peningkatan, sedangkan di perdesaan mengalami penurunan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan penyerapan tenaga kerja di Kalteng masih perlu dicermati, terutama karena tingkat pengangguran mengalami peningkatan di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/j)









