BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 443 sekolah tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus di Kalimantan Tengah telah terdigitalisasi pada 2026 melalui program Kelas Digital Huma Betang.
Program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pembelajaran inklusif dan berkualitas, khususnya bagi peserta didik di wilayah pedalaman.
Upaya tersebut mengantarkan Pemprov Kalteng meraih penghargaan Digital Learning Innovation Excellence dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menerima penghargaan tersebut yang diserahkan Direktur Transmedia Latif Harnoko.
Linae menyampaikan penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas inovasi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui program pembelajaran digital.
"Penghargaan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih besar kepada seluruh peserta didik di Kalteng," ungkap Linae dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Minggu 8 November 2026.
Implementasi digitalisasi sekolah didukung melalui pemanfaatan papan interaktif digital, jaringan internet satelit, serta berbagai perangkat teknologi penunjang kegiatan belajar mengajar.
Melalui Kelas Digital Huma Betang, Pemprov Kalteng terus mendorong pemanfaatan teknologi agar dapat dirasakan secara merata oleh satuan pendidikan, termasuk di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan. (HERMAWAN DP/j)









