BORNEONEWS, Palangka Raya – Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Kalimantan Tengah.

Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng mencatat sekitar 29 persen penduduk bekerja menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, setelah sektor pertanian, penyerapan tenaga kerja terbesar berikutnya berasal dari perdagangan besar dan eceran sebesar 15,47 persen.

Kemudian sektor pertambangan dan penggalian menyerap sekitar 11,17 persen tenaga kerja.

"Kalau kita perhatikan dari jumlah tenaga kerja yang bekerja, sektor pertanian memang nomor satu, bahkan sekitar 29 persen," kata Toto pada Sabtu, 7 November 2026.

Besarnya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian menunjukkan peran strategis lapangan usaha tersebut dalam menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat Kalteng.

Hal ini juga sejalan dengan kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada triwulan III 2026, yakni 1,48 persen poin.

"Sementara itu, sektor industri pengolahan memberikan andil pertumbuhan sebesar 0,73 persen poin," katanya.

Toto menjelaskan, struktur ketenagakerjaan Kalteng masih memperlihatkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap sektor berbasis sumber daya alam, terutama pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan dan penggalian.

Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran karakteristik pasar kerja Kalteng pada Agustus 2026.(TESTI PRISCILLA)