BORNEONEWS, Palangka Raya – Tingkat pengangguran terbuka atau TPT perempuan di Kalimantan Tengah lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng mencatat TPT perempuan mencapai 5,13 persen pada Agustus 2026, sedangkan laki-laki sebesar 3,41 persen.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, kondisi tersebut memperlihatkan adanya perbedaan tingkat pengangguran berdasarkan jenis kelamin di Kalteng.
"Kalau dilihat secara kasar dari data ini, memang yang banyak menganggur secara terbuka itu adalah gendernya perempuan," ujarnya saat menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Minggu, 8 November 2026.
Berdasarkan data BPS, TPT perempuan mengalami peningkatan 0,09 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Sementara itu, TPT laki-laki justru mengalami penurunan sebesar 0,30 persen poin pada periode yang sama.
"Secara keseluruhan, TPT Kalteng pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,01 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025," terangnya.
Toto menjelaskan, jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran terbuka di perkotaan mengalami peningkatan. Sebaliknya, wilayah perdesaan justru mencatat penurunan.
Menurutnya, karakteristik dan persyaratan lapangan pekerjaan di perkotaan kemungkinan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses masyarakat terhadap pekerjaan.
Perbedaan tersebut menjadi catatan penting dalam melihat kondisi ketenagakerjaan Kalteng, terutama terkait kesempatan kerja bagi perempuan dan akses lapangan pekerjaan di wilayah perkotaan.(TESTI PRISCILLA)









